Media Utama Terpercaya

8 Juni 2026, 11:58
Search

Pemerintah Tarik Utang Rp386 Triliun hingga Mei 2026, Menkeu Sebut Masih Normal

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. [Foto: Kementerian Keuangan]

Jakarta, mu4.co.id – Hingga 31 Mei 2026, pemerintah telah menarik pembiayaan utang sebesar Rp386 triliun atau 46,4 persen dari target APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp832,2 triliun. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut penarikan pembiayaan tersebut masih berjalan normal.

Sementara itu, realisasi pembiayaan non-utang tercatat Rp6,5 triliun atau minus 4,4 persen dari target Rp143,1 triliun. Dengan demikian, total pembiayaan anggaran yang telah terealisasi mencapai Rp379,4 triliun atau 55,1 persen dari target APBN sebesar Rp689,2 triliun.

“Karena keseimbangan primer Rp58,6 triliun, sampai sekarang pembiayaan anggarannya Rp379,4 triliun,” ungkap Purbaya dikutip dari Antara, Senin (8/6).

Per Mei 2026, APBN mencatat surplus keseimbangan primer sebesar Rp58,6 triliun yang menunjukkan kondisi fiskal masih cukup kuat dalam mengelola pendapatan, belanja, dan utang negara.

Baca Juga: Utang Indonesia Hampir Rp10 Ribu Triliun, Ekonom Ingatkan Tekanan Fiskal

Sementara itu, defisit APBN tercatat Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB. Pendapatan negara telah mencapai Rp1.185 triliun atau 37,6 persen dari target APBN, tumbuh 19,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi penerimaan, sektor perpajakan menyumbang Rp958,2 triliun, dengan penerimaan pajak mencapai Rp834,4 triliun atau naik 22,1 persen secara tahunan. Adapun penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp123,8 triliun, tumbuh 0,7 persen dibanding tahun sebelumnya.

Adapun Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga Mei 2026 mencapai Rp226,4 triliun atau tumbuh 19,9 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, realisasi belanja negara tercatat Rp1.365,4 triliun atau 35,5 persen dari target APBN, meningkat 34,4 persen secara tahunan.

Belanja pemerintah pusat menjadi pendorong utama dengan realisasi Rp1.059,3 triliun atau naik 52,6 persen, terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp517,7 triliun dan belanja non-K/L Rp541,6 triliun. Adapun transfer ke daerah mencapai Rp306,1 triliun, namun masih turun 4,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

(Antara News)

[post-views]
Selaras