Banjarmasin, mu4.co.id – Manajemen PAM Bandarmasih mengungkapkan krisis air baku akibat kemarau panjang dan intrusi air laut menyebabkan pasokan air bersih mengalami defisit.
Dalam rilis resmi, Ahad (27/9), PAM Bandarmasih menyebut kebutuhan air baku normal mencapai 7.500 meter kubik per jam, sedangkan ketersediaan saat ini hanya 5.600 meter kubik per jam. Dengan demikian, terjadi defisit 1.900 meter kubik per jam atau sekitar 25 persen.
Kondisi tersebut menyebabkan air di sejumlah wilayah terasa asin, bertekanan kecil, hingga tidak mengalir pada jam tertentu.
Baca Juga: Mulai 22 September 2026, PAM Bandarmasih Hanya Distribusikan Air Bersih Darurat Khusus MCK!
Untuk mengatasi krisis, PAM Bandarmasih memilih mendistribusikan air tawar dari IPA 2 ke seluruh wilayah pelayanan sebagai solusi yang dapat dilakukan saat ini.
“Konsekuensinya, beberapa wilayah akan mengalami penurunan debit atau tekanan,” ungkap Humas PAM Bandarmasih, dikutip dari Jejak Rekam, Senin (28/9).
Langkah ini dilakukan agar warga tetap memperoleh air layak untuk minum dan memasak, meski dengan debit yang terbatas.
Baca Juga: Kabar Baik! PAM Bandarmasih Kembali Salurkan Air Layak Konsumsi Mulai 29 September Dini Hari
PAM Bandarmasih juga akan mengatur distribusi air pada jam-jam tertentu agar pasokan terbatas dapat dibagi merata dengan rincian jadwal setiap wilayah akan diumumkan melalui kanal resmi perusahaan. Warga diimbau menampung air saat distribusi maksimal berlangsung.
Selain itu, PAM Bandarmasih akan menambah titik pengambilan air tawar gratis melalui kerja sama dengan kantor kelurahan, puskesmas, dan fasilitas pemerintah lainnya. Distribusi menggunakan mobil tangki juga dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga.
Manajemen PAM Bandarmasih menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan meminta masyarakat memahami krisis air baku akibat faktor alam tersebut.
(Jejak Rekam)












