Media Berkemajuan

22 Februari 2024, 10:26

Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Terbesar di Dunia Resmi Dibuka, Sederet Tokoh Nasional Hadir!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print

Tegal, mu4.co.id – Bertempat di GOR Wisanggeni Kota Tegal, Musyawarah Wilayah (Musywil) Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Periode Muktamar 48 resmi dibuka, Sabtu (04/03/2023).

Diawali dengan penampilan siswa-siswi SD Muhammadiyah 1, 2, dan 3 Kota Tegal, para peserta dan tamu undangan sudah memadati GOR Wisanggeni sejak pagi hari.

Pembukaan Musywil ini dihadiri berbagai tokoh pemerintah dan masyarakat. Di antaranya Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah M. Busyro Muqoddas, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayyinah, Menteri Perdagangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, Ketua PWM Jawa Tengah KH. Tafsir, Ketua PWA Jawa Tengah Hj. Ummul Baroroh, Ketua PWNU Jawa Tengah, Ketua Muslimat NU Jawa Tengah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo beserta Ketua TP PKK Jawa Tengah Atikoh dan Forkopimda Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, hadir pula Ketua DPD Parpol se Jawa Tengah, Walikota Tegal beserta segenap Forkopimda, Bupati/Walikota se Eks Karesidenan Pekalongan, Ketua PDM se Jawa Tengah, Ketua PDA se Jawa Tengah, serta para tamu undangan lainnya.

Ketua PDM Kota Tegal Alif Syarifudin dalam laporannya menyampaikan bahwa Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah se Jawa Tengah merupakan Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbesar di Indonesia. Hal ini berkaca pada peserta Musywil yang jumlahnya separuh dari peserta Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke 48 di Surakarta, yakni 1.520 peserta.

Di awal laporannya ia juga menyambut kedatangan para peserta dan tamu undangan di Kota Tegal dengan pantun khas Tegal.

“Endah aja dugal, mangan tahu aci, selamat datang di Kota Tegal, kota idaman hati. Sotone ana, satene ana, apa maning tahu siwil, semoga kita bahagia, sukses bersama di arena Musywil,” ucap Alif disambut sorak sorai peserta pembukaan Musywil.

Alif Syarifudin menambahkan bahwa PDM Kota Tegal telah satu tahun mempersiapkan gelaran Musywil terbesar se dunia ini. Dengan semangat fastabiqul khairat, seluruh pimpinan persyarikatan, ortom, dan AUM, serta warga Muhammadiyah di Kota Tegal, Musywil dapat digelar dengan baik dan meriah.

“Terimakasih kepada Pemkot yang terus mendukung, satu tahun kami sudah berjuang, satu tahun kami sudah berupaya. Dan hari ini kami berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musywil ini,” imbuh Alif.

Selanjutnya, Ketua PWA Jawa Tengah Hj. Ummul Baroroh memberikan sambutan di hadapan para peserta dan tamu undangan. Dalam sambutannya, Ummul menyampaikan ungkapan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah di Kota Tegal.

“Kami mohon doa agar Musywil di Kota Tegal ini bisa menghasilkan keputusan-keputusan dan program ke depan tahun 2022-2027 nanti. Kami juga memohon untuk ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah Jawa Tengah. Yang mana Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Jawa Tengah adalah yang terbesar di Indonesia,” ungkap Ummul.

Kemudian, Ketua PWM Jawa Tengah KH. Tafsir di awal pidato iftitahnya menyapa seluruh tamu undangan dan para musyawirin yang telah hadir di kegiatan Pembukaan Musywil. Selain itu ia juga menyampaikan berbagai pesan kepada para pejabat publik yang hadir di dalam pembukaan, seperti Menteri Perdaganagan Zulkifli Hasan, perwakilan Kodam IV Diponegoro, perwakilan Polda Jawa Tengah, Walikota Tegal, dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Tengah Musta’in Ahmad.

Di tengah-tengah sambutannya, KH. Tafsir juga menyampaikan bahwa pada pembukaan Musywil ini akan ada penyerahan tanah wakaf seluas 5 hektar di Margasari, Kota Tegal oleh KH. Masykuri kepada Muhammadiyah.

“Mudah-mudahan akan mampu kita berdayakan, kita fungsikan, sehingga menjadi pahala yang terus mengalir,” pungkas Tafsir.

Ketua Umum PP ‘Aisyiyah yang hadir secara langsung dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak berdirinya ‘Aisyiyah, KH. Ahmad Dahlan memberikan ruang seluas-luasnya kepada perempuan untuk berdakwah bersama dengan Muhammadiyah.

“Sekali lagi kami sampaikan, di Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah tidak ada lagi ketidakadilan gender. ‘Aisyiyah memberikan seluruh potensi yang ada pada dirinya. Memberikan apa yang dipunya, tidak hanya kita bekerja pada ranah domestik, tetapi ‘Aisyiyah sejak awal berdirinya telah mengokohkan diri juga berperan di ranah public,” tegas Bayyin.

Ketua PP ‘Aisyiyah juga menyampaikan bahwa selama ini ‘Aisyiyah telah berkiprah bagi umat, bangsa, dan negara. Hal ini kemudian diganjar oleh pemerintah dengan berbagai penghargaan yang diperoleh ‘Aisyiyah.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang hadir dalam pembukaan Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah menyampaikan bahwa beberapa waktu terakhir ia sering hadir pada kegiatan-kegiatan Muhammadiyah, di antaranya Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Surakarta, Muktamar Pemuda Muhammadiyah di Balikpapan, dan perlombaan guru PAUD ‘Aisyiyah.

“Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ini selalu adem dalam penyelenggaraan musyawarah. Hal ini terbukti pada saat Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Surakarta kemarin. Begitupun pada saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah, sama seperti bapak ibunya. Dimulai dengan bergembira dan meriah, berakhir dengan adem,” ungkap Ganjar.

Ia juga menyampaikan bahwa dirinya sering sekali belajar dengan Ketua PWM Jawa Tengah KH. Tafsir.

“Ketika saya ngobrol dengan Pak Tafsir, saya mendapatkan banyak ilmu dan belajar banyak dari Muhammadiyah. Bahwa ketika membuat organisasi tidak hanya ‘mak bedunduk’ lahir. Namun juga dengan amal usaha yang disiapkan. Ini namanya mandiri,” tegas Ganjar.

Ganjar juga menyampaikan bahwa di luar stigma negatif tentang Islam, di Indonesia umat muslimnya memperlihatkan wajah Islam yang damai, asyik, indah, saling menghormati, guyub, dan rukun.

“Pada momen Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah ini, yang kita harapkan nantinya akan menghasilkan stuktural yang baru, yang mapan. Maka saya sangat berharap, nantinya akan lahir sebuah roadmap dari pergerakan untuk kita ekspansi lebih kencang lagi, untuk menyebarkan Islam yang penuh damai ke dunia internasional dan berkemajuan, progresif!” Tegas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Di akhir sambutannya, Ganjar Pranowo membuka Musywil Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Jawa Tengah Periode Muktamar ke 48.

Setelah sesi sambutan usai, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan memberikan Standing Occation Industrialisasi Muhammadiyah Jawa Tengah, dilanjutkan tausiah oleh Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas.

Zulkifli Hasan dalam pemaparannya menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan akan memberikan bantuan kepada Muhammadiyah dalam upaya gerakan industrialisasi Muhammadiyah di Jawa Tengah.

“Bapak ibu Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bisa mendirikan warung, minimarket, maupun supermarket sesuai dengan kebutuhan, nanti suplyernya akan dicarikan yang harganya sesuai harga pabrik, nanti kami yang bantu, dan bapak ibu terima beres,” ungkap Zulhas, sapaan akrabnya.

Ia mencontohkan bahwa langkah ini telah ia mulai di Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan melalui minimarket Surya Mart-nya.

Seusai Menteri Perdagangan memberikan Standing Occation, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan-penghargaan. Di antaranya : 1) Penghargaan untuk PDM, PCM dan PRM tergiat, 2) Penghargaan Muhammadiyah Education Award, 3) Pengumuman hadiah umrah gratis kepada peserta pembukaan Musywil serta penyerahan tanah wakaf kepada PWM Jawa Tengah

Kemudian Ketua PP Muhamadiyah Busyro Muqoddas dalam tausiahnya menyampaikan bahwa seluruh warga Muhammadiyah di Jawa Tengah harus mengingat kembali upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh PWM dan PWA Jawa Tengah.

“Keberhasilan kepemimpinan itu diukur dari angka-angka, bukan klaim-klaim saja. Tadi saya mendapatkan data amal usaha Muhammadiyah di Jawa Tengah dari PWM Jawa Tengah, dan jumlahnya sangat luar biasa,” ucap Busyro.

Mantan Ketua KPK RI ini juga mengingatkan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk menyejahterakan rakyatnya dengan segala potensi yang dimiliki oleh Indonesia.

Ia juga menyampaikan bahwa, seluruh musyawarah di Muhammadiyah mulai dari Muktamar, Musywil, Musyda, Musycab hingga Musyran dibiayai oleh biaya sendiri yang sebagian berasal dari warga Muhammadiyah. Maka menurutnya wajar jika negara belajar mandiri dan berdemokrasi dari Muhammadiyah.

“Pada kesempatan ini mumpun ada wakil pemerintah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengharapkan tolong dibisikkan kepada presiden beberapa hal,” ucap Busyro.

Kemudian ia menyampaikan beberapa poin yang ia titipkan kepada Zulhas untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Pertama, Muhammadiyah yang sudah melewati usia satu abad merupakan modal sosial bangsa Indonesia.

Kedua, semua yang menjadi bidang-bidang amal usaha Muhammadiyah dilakukan dengan penuh keinsyafan. Yaitu keinsyafan berbasis spirit, nilai dan norma Al-Qur’an dan As-Sunnah yang diintegrasikan dengan nilai kebangsaan yang formil (4 paragraf Pembukaan UUD 1945).

Ia secara tegas menyampaikan permohonan agar Muhammadiyah serta organisasi masyarakat lainnya dibebaskan dengan adanya beberapa rencana aturan perundang-undangan yang dinilai merugikan masyarakat, salah satunya RUU Kesehatan.

”Pemerintah adalah mitra Muhammadiyah, kekurangannya mari kita sempurnakan. Misalnya dengan cara Muhammadiyah yakni terbuka tapi ada landasan nilai-nilainya,” tegas Busyro.

Di akhir kegiatan pembukaan Musywil, acara dilanjutkan dengan pentas seni paduan suara Muhammadiyah ‘Aisyiyah Kota Tegal, dan persembahan dari Sigit Purnomo Syamsuddin Said S.A.P. (Pasha Ungu) dengan sang istri “Adelia” yang membawakan lagu berjudul “SurgaMu”

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!