Media Utama Terpercaya

31 Agustus 2026, 11:51
Search

Muktamar ke-35 NU Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Gus Kikin (kiri) dan KH. Miftachul Akhyar (kanan)
Gus Kikin (kiri) dan KH. Miftachul Akhyar (kanan). [Foto: mu4.co.id]

Jombang, mu4.co.id – Sidang Pleno III Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) memutuskan pemilihan Rais Aam dan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dilakukan melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Keputusan itu diambil dalam sidang di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad (30/8).

Ahlul Halli wal Aqdi secara harfiah artinya orang-orang yang berwenang melepaskan dan mengikat. Dalam konteks ini, AHWA merujuk pada kelompok ulama atau tokoh yang dipercaya mewakili umat untuk mengambil keputusan penting, termasuk memilih, mengangkat, atau memberhentikan pemimpin.

Dari 552 suara dalam daftar pemilih tetap, sebanyak 401 suara memilih mekanisme AHWA, 150 suara menginginkan sistem one man one vote, sementara satu suara dinyatakan tidak sah.

Baca Juga: Perkokoh Ukhuwah dan Sinergi Bangsa, Muhammadiyah Sampaikan Ucapan Selamat Muktamar ke-35 NU

Adapun daftar sembilan anggota AHWA, antara lain:

1. KH. Nurul Huda Djazuli 
2. TGK. KH. Nuruzzhari Yahya 
3. AG. Dr. KH. Baharuddin HS, MA
4. KH. Miftachul Akhyar
5. KH. Afifuddin Muhajir
6. KH. Anwar Iskandar
7. KH. Anwar Manshur 
8. Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj
9. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA

Sembilan anggota AHWA menetapkan KH. Miftachul Akhyar kembali menjadi Rais Aam PBNU periode 2026–2031 melalui musyawarah tertutup. Hasil keputusan tersebut diumumkan dalam sidang Muktamar ke-35 NU pada Ahad (30/8) malam dan berlaku sejak ditetapkan dalam sidang.

Penetapan Ketua Umum PBNU 2026-2031

Sementara itu, Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU ini juga menyepakati lima nama calon Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Kelima nama tersebut adalah KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) 472 suara, KH. Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH. Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH. Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.

Baca Juga: Prabowo Puji NU dan Muhammadiyah di Pembukaan Muktamar ke-35 NU: “Dua Pilar Penjaga Keutuhan Bangsa”

Setelah sebelumnya mekanisme AHWA disepakati untuk memilih Ketua Umum PBNU, proses tersebut akhirnya menghasilkan satu nama, yakni KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin yang resmi terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

Penetapan dilakukan melalui musyawarah mufakat oleh sembilan anggota AHWA dalam Muktamar ke-35 NU di tempat yang sama pada Senin (31/8) pagi.

Musyawarah berlangsung sekitar 40 menit dari pukul 06.20 hingga 07.00 WIB. Dari lima calon yang diajukan, seluruh anggota AHWA sepakat memilih Gus Kikin. Hasil keputusan tersebut kemudian dibacakan anggota AHWA K.H. Anwar Iskandar di hadapan peserta muktamar.

“Anggota Ahlul Halli wal Aqdi secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim atau Gus Kikin menjadi Ketua Umum PBNU,” ucap K.H. Anwar dikutip dari tagar.co, Senin (31/8).

(NU Online, Detikcom, Kompas, tagar.co)

[post-views]
Selaras