Media Utama Terpercaya

21 Juli 2026, 08:00
Search

MPI PP Muhammadiyah Gelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah 2026, Cetak Humas Sekolah Profesional

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Akademi Jurnalistik Muhammadiyah
Akademi Jurnalistik Muhammadiyah [Foto: pwmu.co]

Purwokerto, mu4.co.id – Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Akademi Jurnalistik Muhammadiyah (AJM) 2026 di Auditorium Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Sabtu-Ahad 18-19 Juli 2026.

Dengan mengusung tema “Branding Sekolah Muhammadiyah Melalui Kehumasan di Era Digital”, kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat strategi branding sekolah melalui pendekatan jurnalistik, yang diikuti oleh para humas sekolah Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Peserta mengikuti pelatihan secara intensif dengan dibekali materi mulai dari paradigma branding sekolah, strategi kehumasan, manajemen media sosial, jurnalistik, hingga praktik menyusun rencana peliputan kegiatan sekolah.

Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut antara lain Doktor Ilmu Komunikasi Roni Tobroni, jurnalis Muhammadiyah Jawa Barat Kelik, konsultan branding Rulli Nashrullah, jurnalis TVRI Mukhtarom, serta praktisi pendidikan dan humas sekolah Hendra Apriyadi.

Koordinator Penguatan Media dan Jurnalistik MPI PP Muhammadiyah, Roni Tobroni, mengatakan Akademi Jurnalistik Muhammadiyah dirancang sesuai kebutuhan sekolah dengan benang merah penguatan kemampuan jurnalistik.

“Akademi Jurnalistik Muhammadiyah ini khas sesuai kebutuhan, tetapi benang merahnya adalah jurnalistik. Apa yang kita lakukan hari ini adalah branding sekolah dengan pendekatan jurnalistik,” katanya, dikutip dari tajdid.id.

Baca juga: Akademi Jurnalistik Muhammadiyah, Langkah Membangun Jurnalisme Berkualitas

Sementara itu, Sekretaris MPI PP Muhammadiyah Anam Sutopo menegaskan sekolah Muhammadiyah perlu melakukan rebranding agar mampu bersaing di era digital melalui pengelolaan humas yang profesional. Menurutnya, sekolah tidak hanya membutuhkan publikasi, tetapi juga jurnalis-jurnalis muda yang mampu menyampaikan informasi secara jujur, kritis, dan berintegritas.

Selain itu, ia juga mendorong generasi muda Muhammadiyah menjadikan dunia jurnalistik sebagai ruang dakwah sekaligus media untuk memajukan amal usaha Muhammadiyah.

“Jadilah jurnalis Muhammadiyah yang kritis dan jujur. Menulislah berdasarkan fakta, boleh bertanya tetapi tetap santun. Junjung integritas, tanpa meninggalkan ketepatan dan kecepatan. Jadilah orang yang menggunakan pena untuk mencerahkan,” ujarnya.

Salah seorang peserta, dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kabupaten Tegal, Rian Khoirul Rizal, mengaku pelatihan tersebut memberikan motivasi baru bagi sekolah dan pesantrennya untuk memperkuat literasi serta publikasi kegiatan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dengan melibatkan lebih banyak sekolah dan pondok pesantren Muhammadiyah. Menurutnya, potensi santri di bidang jurnalistik perlu dikembangkan sebagai bekal dakwah di masa depan.

“Acara ini sangat menginspirasi kami. Kami semakin semangat karena memang membutuhkan penguatan di bidang literasi, jurnalistik, dan media. Setelah ini kami akan segera berbenah agar Pondok Pesantren Muhammadiyah Ahmad Dahlan semakin dikenal masyarakat melalui media dan karya-karya santri,” ungkapnya.

[post-views]
Selaras