Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 15:12

Minyak Tumpah Sepanjang 29km Akibat Tenggelamnya Kapal Kargo Inggris, Kenapa?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi. [Foto: South24, X @IMOHQ]

Yaman, mu4.co.id – Pada Jumat (5/7), Marine Traffic melaporkan bahwa Organisasi Maritim Internasional (IMO) telah mengeluarkan permintaan kepada semua negara untuk menyediakan peralatan pembersih tumpahan minyak kapal kargo Rubymar yang tenggelam setelah diserang rudal balistik Houthi di perairan sekitar Yaman.

Kapal kargo Rubymaryang dimiliki oleh Inggris, berlayar di bawah bendera Belize, sebuah negara kecil di Semenanjung Yucatan, di pesisir timur Amerika Tengah yang berbatasan dengan Meksiko. Kapal ini memiliki panjang 171,6 meter, atau sekitar sembilan kali panjang bus TransJakarta, dan berangkat dari Kota Ras Al Khair, Arab Saudi menuju Varna, Bulgaria.

Pada 18 Februari 2024, kapal kargo Rubymar juga diserang oleh rudal balistik anti-kapal yang ditembakkan oleh Houthi saat melintasi Laut Oman. Dua minggu kemudian, kapal tersebut tenggelam di lepas pantai Mocha, Yaman, kedalaman sekitar 100 meter.

Baca Juga: Pesawat Israel Mendarat Darurat di Turki. Kenapa?

Meskipun Houthi mengklaim telah menjamin keselamatan kru kapal tersebut, tidak ada bukti konkret yang mendukung klaim tersebut. Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) melaporkan bahwa 24 kru kapal berhasil diselamatkan oleh kapal kontainer MV Lobivia dari Singapura. Selain itu, otoritas Pelabuhan Djibouti dan Zona Bebas melaporkan bahwa sejumlah kru Rubymar juga diselamatkan oleh kapal tunda Mont Arrey dari Djibouti.

Tenggelamnya kapal kargo Rubymar pada pekan lalu mengakibatkan tumpahan minyak sepanjang 29 kilometer. Menurut IMO, kapal tersebut mengangkut 22.000 metrik ton pupuk amonium fosfat-sulfat, 200 ton bahan bakar minyak berat, dan 80 ton solar.

“Kapal tersebut saat ini sebagian terendam di lokasi tenggelamnya, dengan sisa bahan bakar bunker dan muatan pupuk di dalamnya menjadi ancaman lingkungan yang signifikan terhadap Republik Yaman, khususnya Kepulauan Hanish di dekatnya, sebuah wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati,” demikian IMO dalam surat seruannya, dikutil dari tempo, Senin (8/7).

Baca Juga: Boikot Produk Israel, MUl Dorong Pemerintah Setop Impor dari Israel!

IMO telah menyusun daftar 49 jenis peralatan yang diperlukan untuk membersihkan tumpahan minyak dari kapal Rubymar. Daftar tersebut mencakup alat untuk membersihkan tumpahan minyak, peralatan perlindungan diri untuk operator, dan kendaraan bawah air yang dapat dioperasikan dari jarak jauh.

Houthi telah melakukan serangkaian serangan terhadap kapal dagang dan kapal perang yang melintasi perairan sekitar Yaman dengan alasan bahwa kapal-kapal tersebut terkait dengan Israel. Mereka mengklaim tindakan ini sebagai balasan atas serangan militer Israel yang brutal terhadap warga Palestina di Gaza.

Sebelum Rubymar, Houthi juga menenggelamkan kapal kargo Tutor yang benderanya Liberia pada 12 Juni 2024 di Laut Merah. Tutor ditabrak oleh sebuah kapal kecil dan kemudian diserang dengan proyektil yang tidak dikenal, menyebabkan kerusakan serius pada kapal tersebut.

(tempo)

[post-views]
Selaras