Media Utama Terpercaya

17 Oktober 2026, 23:23
Search

Menapakkan Kaki di Museum Wahyu: Menyelami Detik-Detik Turunnya Al-Qur’an di Kaki Jabal Nur

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Museum Wahyu di Jabal Nur (Foto: mu4.co.id)

Makkah, mu4.co.id – Hawa hangat Makkah menyapa lembut saat langkah kaki membawa ke kawasan Distrik Kebudayaan Hira (Hira Cultural District). Tepat di bawah naungan batuan megah Jabal Nur—gunung yang terdapat Gua Hira—berdiri sebuah bangunan modern nan anggun: Museum Wahyu (Revelation Exhibition).

Suasana di area museum terasa tenang namun sarat akan kehangatan spiritual. Dari kejauhan, puncak Jabal Nur berdiri gagah seolah menjadi latar belakang alami yang menyambungkan masa lalu dan masa kini.

Museum Wahyu terletak di kawasan Distrik Kebudayaan Hira, tepat di kaki Gua Hira / Jabal Nur, Kota Makkah membentang seluas lebih dari 67.000 meter persegi. Bila dari Masjidil Haram menempuh sekitar 10 hingga 11 kilometer ke arah timur laut atau ditempuh dalam waktu sekitar 15–20 menit berkendara menggunakan taksi atau bus, tergantung kondisi lalu lintas.

Baca juga: Imbas Serangan Rudal Houthi, Bandara Riyadh Ditutup! Menhub Buka Suara

Untuk harga tiket masuk reguler ditawarkan mulai dari 25 Saudi Riyal (SAR) per orang (sekitar Rp100.000 – Rp110.000).  

Tayangan audio visual berteknologi tinggi yang memukau (Foto: mu4.co.id)

Begitu melangkah masuk ke dalam museum, kesejukan pendingin udara dan pencahayaan temaram nan dramatis langsung menyambut. Suasana ruangan dibuat penuh kekhusyukan dengan narasi audio-visual berteknologi tinggi. Pemandu lokal yang ramah—bahkan ada yang siap memandu dalam bahasa Indonesia—dengan telaten menyapa para pengunjung. Di dalam Museum Wahyu, Anda akan disuguhi berbagai eksibisi interaktif yang sangat memukau diantaranya

* Galeri Sejarah Para Nabi:
Menyajikan kisah turunnya wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada para nabi dan rasul sebelum Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam hingga puncaknya pada kenabian Muhammad.

* Replikasi Gua Hira dalam Ukuran Sebenarnya:
Salah satu daya tarik utama museum ini adalah replika Gua Hira yang dibuat sangat presisi dengan skala 1:1. Di sini, pengunjung bisa melihat gambaran nyata bentuk, celah, dan ukuran gua tempat Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam menerima wahyu pertama (Surah Al-‘Alaq 1-5).

Replika gua Hira (Foto: mu4.co.id)

* Peta 3D Mekkah Kuno:
Diorama dan proyeksi visual canggih yang menggambarkan topografi Kota Makkah pada abad ke-7, memperlihatkan rute perjalanan Rasulullah dari rumah beliau menuju Gua Hira.

* Eksibisi Kodifikasi Al-Qur’an:
Menampilkan manuskrip kuno, salinan mushaf bersejarah, serta perkembangan seni kaligrafi dan sejarah pengumpulan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari masa ke masa.  

* Eksibisi Kodifikasi Al-Qur’an:
Menampilkan manuskrip kuno, salinan mushaf bersejarah, serta perkembangan seni kaligrafi dan sejarah pengumpulan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari masa ke masa.  

Baca juga: 45 Ribu Warga Korea Selatan Jadi Mualaf, Apa yang Membuat Mereka Tertarik?

Suasana Pertokoan & Souvenir di Sekitar Museum
Setelah menyelesaikan tur di dalam museum yang sarat ilmu dan rasa haru, Anda dapat keluar menuju area walkway dan plaza yang dihiasi toko-toko bergaya arsitektur tradisional Arab namun dikemas bersih dan modern.

Ada banyak pusat souvenir resmi dan toko Cenderamata yang menjual miniatur replika Gua Hira, kaligrafi kayu, hiasan dinding eksklusif, sajadah berkualitas tinggi, hingga buku-buku sejarah Islam.

Selain itu ada kedai parfum dan minyak wangi (Oud/Attar). Wewangian khas Timur Tengah menyengat lembut dari toko-toko perfume, menawarkan racikan Khashab al-Oud, minyak mawar Taif, hingga musk putih.

Selain itu, toko kurma dan oleh-oleh juga menyediakan beragam jenis kurma premium (seperti Kurma Ajwa, Sukkari, Medjool), cokelat kurma, kacang pistasio, dan madu murni khas Arab.

Sambil rehat sejenak bisa menjajal area kuliner dan kafe yang berada di sekitar pelataran. Terdapat gerai makanan cepat saji populer seperti Al Baik, kafe lokal penyedia kopi Arab (Qahwa) berminyak kapulaga, teh mint hangat, hingga kedai jus buah segar.

Duduk di bangku luar sembari menikmati segelas teh hangat setelah menjelajahi museum, sambil menatap ke arah lereng Jabal Nur yang megah, memberikan kepuasan batin tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung.

[post-views]
Selaras