Jakarta, mu4.co.id – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut rencana ekspor 500 ribu ton beras Indonesia ke Malaysia terus berproses. Kesepakatan awal dengan pihak Malaysia telah tercapai dan saat ini tinggal menyelesaikan pembahasan harga serta mekanisme pengiriman.
“Untuk potensi ekspor sesuai dengan pertemuan kemarin di Surabaya dengan delegasi dari Sarawak, Malaysia, alhamdulillah sudah ada kesepakatan,” ungkap Rizal dikutip dari CNBC, Ahad (24/5).
Rizal menyebut saat ini Bulog masih menyelesaikan negosiasi harga dan menyiapkan pembahasan lanjutan terkait distribusi serta jalur pengiriman ke Sarawak.
“Mungkin kami akan memberangkatkan salah satu direktur kami dengan beberapa staff untuk diskusi ulang di Sarawak untuk memastikan pengirimannya port-to-port atau hanya nyebrang lewat Kalimantan Barat, dari gudang Pontianak nyebrang masuk sampai Entikong, dari Entikong langsung ke Sarawak. Nanti konsepnya seperti apa akan didiskusikan di Sarawak,” jelas Rizal.
Rizal mengatakan penawaran awal dari Malaysia berada di kisaran Rp16.000 per kilogram untuk beras premium pecahan 5%. Meski dinilai cukup menarik, pemerintah tetap mengupayakan harga terbaik sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar ekspor tetap menguntungkan petani dan negara.
Baca Juga: Cetak Rekor! BULOG Catat Cadangan Pangan Pemerintah Tembus 5 Juta Ton Beras!
Rizal memastikan keputusan akhir terkait harga ekspor akan dibahas lebih lanjut bersama Menteri Pertanian/Kepala Bapanas Amran Sulaiman sepulang dari ibadah haji. Ia berharap harga yang disepakati nantinya bisa lebih tinggi dan menguntungkan.
Sebelumnya, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Amran Sulaiman mengungkapkan Malaysia meminta pasokan 500 ribu ton beras dari Indonesia. Permintaan itu muncul di tengah kondisi stok beras nasional yang disebut surplus sekitar 2 juta ton sehingga membuka peluang ekspor.
(CNBC)















