Media Berkemajuan

17 April 2024, 21:26

Mahasiswa ITB Raih Juara Nasional Karena Teliti Kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Abdul Kholik mahasiswa ITB yang berhasil meraih juara 1 nasional karena meneliti kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Angin [Foto: detik.com]

Jakarta, mu4.co.id – Abdul Kholik berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Esai dan Best Presentation pada Pagelaran Ilmiah Nasional (PIN) Tidar 2023. Mahasiswa jurusan Teknik Pertambangan ITB itu merupakan penerima KIP Kuliah atau Bidikmisi.

Diketahui, PIN Tidar merupakan lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K Universitas Tidar (HIMADIKTAR) dengan dua cabang lomba, yakni esai dan business plan.

Baca juga: Tiga Mahasiswa UMM ini Raih Penghargaan Festival Film Dunia di Amerika

Dengan mengusung tema “Aktualisasi Peran Mahasiswa dalam Gerakan Perubahan Berkelanjutan dalam Upaya Realisasi Sustainable Development Goals (SDGs)”, lomba tersebut diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi atau KIP-Kuliah dari perguruan tinggi di Indonesia.

Karya Abdul Kholik masuk dalam 15 esai terbaik dari 122 naskah yang masuk dari sekitar 55 perguruan tinggi. Naskah terpilih lalu dipresentasikan di Unversitas Tidar, Magelang, Selasa (08/08/2023).

Baca juga: Mahasiswa UM Surabaya Raih Medali Emas Piala Dunia Panjat Tebing 2023 di Prancis

Abdul Kholik mengusung esai dengan judul “RenovaFlow: Optimasi Produksi Energi Listrik Ramah Lingkungan Ramah Kantong dengan Pendekatan Fluid Structure Interaction pada Vortex Shedding Turbine dengan Penyesuaian Otomasi Frekuensi Resonansi”. Menurut Abdul Kholik, ide esai tersebut berawal dari Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) atau tenaga angin.

Ia mengaku menemukan beberapa kelemahan dari PLTB, seperti menimbulkan kebisingan dan kebutuhan kabel yang panjang.

Baca juga: Mahasiswa Muhammadiyah Raih Gelar Juara Lomba Tingkat ASEAN

“Sehingga aku tawarkan solusi yaitu VST dengan kemampuan manipulasi resonansi natural secara otomatis,” ujarnya dalam laman ITB, Sabtu (2/9/2023).

“Setelah aku melakukan analisis dari ideku ini, ternyata RenovaFlow mampu menjadi daya dukung ekonomi regional maupun nasional juga karena dapat menghasilkan total expected return sebesar Rp 285.345.800,” jelasnya.

Meski telah menang dalam kompetisi tersebut, Abdul tetap aktif mengikuti perlombaan. Saat ini Abdul tengah menyiapkan beragam lomba lain yang diikuti. Dia berharap karya-karyanya memberikan dampak positif terutama bagi energi terbarukan. (detik.com)

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!