Jakarta, mu4.co.id – Danantara Indonesia memperkenalkan jajaran direksi dan komisaris PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), dengan Luke Thomas Mahony sebagai Direktur Utama pada Senin (24/8).
Luke Thomas Mahony sendiri memiliki pengalaman panjang di industri pertambangan global, termasuk pernah menduduki posisi strategis di PT Vale Indonesia dan BHP Billiton. Ia mengundurkan diri sebagai Direktur sekaligus Chief Strategy and Technical Officer Vale Indonesia pada 25 Juli 2025.
Dilansir dari Bisnis pada Kamis (27/8), pria asal Australia itu memiliki latar belakang pendidikan pertambangan dan keuangan dari University of New South Wales (UNSW). Ia meraih sarjana Teknik Pertambangan pada 2002, kemudian tiga gelar magister di bidang Keuangan, Teknik Pertambangan, dan Geomekanika.
Baca Juga: Danantara Ungkap RI Dapat Tawaran Kepemilikan Saham Bandara Madinah dari Arab Saudi
Kariernya dimulai sebagai Shift Engineer di Baulderstone Hornibrook pada 2003, sebelum bergabung dengan Xstrata Coal sebagai Business Development Analyst dan Mining Engineer pada 2004 hingga Juni 2005.
Karier Thomas semakin berkembang saat bergabung dengan BHP Billiton dengan berbagai posisi di bidang teknik, proyek, produksi, hingga analisis bisnis. Pada 2014, ia pindah ke Vale dan memegang sejumlah jabatan global yang menangani pengembangan tambang, teknologi, inovasi, geoteknik, hingga hilirisasi.
Thomas kemudian bergabung dengan Vale Indonesia sebagai Chief Strategy and Technical Officer pada Juli 2024, sebelum mengundurkan diri pada pertengahan 2025. Setelah itu, ia bergabung dengan Danantara Indonesia sebagai SEVP Business Performance & Optimization sejak September 2025.
(Bisnis)











