Prancis, mu4.co.id – Para pemimpin G7 atau tujuh negara dengan ekonomi maju di dunia menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) di Evian-les-Bains, Prancis, selama tiga hari pada Senin-Selasa (15-17/06/2026).
Selain para pemimpin Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat (AS), Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengundang para pemimpin Mesir, Qatar, Ukraina, dan Uni Emirat Arab. Brasil, India, Kenya, dan Korea Selatan turut diundang untuk membahas isu rantai pasok mineral kritis serta meningkatnya ketidakstabilan ekonomi global.
Pertemuan tersebut didominasi oleh pembahasan perang di Ukraina dan Iran yang telah menjadi agenda G7 selama lebih dari 4 tahun tanpa tanda-tanda berakhir, dan kini dibayangi oleh dampak keamanan dan ekonomi global usai perang Iran yang pecah setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu, yang mengakibatkan Iran memblokade Selat Hormuz, jalur strategis yang biasanya dilalui sekitar 20% dari pasokan minyak dunia.
Baca juga: Dijemput Maung di KTT ASEAN Filipina, Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan Energi
Sementara di hari kedua, pembahasan difokuskan pada situasi di Ukraina dan dampaknya terhadap keamanan Eropa. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy juga dijadwalkan tiba di Evian untuk menambah urgensi diskusi mengenai kemungkinan dilanjutkannya perundingan damai antara Rusia dan Ukraina dengan dukungan Amerika Serikat (AS) serta sekutu-sekutu Eropa.
Para pemimpin G7 juga menyatakan akan mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara, rudal pencegat, dan kemampuan serangan jarak jauh ke Ukraina, dan siap mempertimbangkan perpanjangan lisensi guna membantu meningkatkan kapasitas produksi militer Ukraina.
“Kami sepakat untuk memberikan dukungan lebih lanjut untuk membantu negara tersebut dapat melewati musim dingin berikutnya,” demikian bunyi pernyataannya.
(detik.com)













