Media Berkemajuan

22 Juli 2024, 15:18

Korsel Tuduh Insinyur Indonesia Curi Data Jet Tempur KF-21, Kemenlu Angkat Bicara!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Juru Bicara Kemenlu RI, Lalu Muhamad Iqbal [Foto: kicknews.today]

Seoul, mu4.co.id – Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan (Korsel) menuding insinyur asal Indonesia yang bekerja di negaranya telah mencuri data pesawat jet tempur KF-21, dan kini ia dilarang meninggalkan negera tersebut.

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Lalu Muhamad Iqbal mengatakan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul sudah berkomunikasi dengan Kemenlu Korsel.

“KBRI Seoul telah berkomunikasi langsung dengan insinyur Indonesia itu dan memastikan bahwa dia saat ini tidak ditahan,” kata Iqbal, Jumat (02/02/2024).

Baca juga: Israel Diduga Halangi Indonesia Gabung OECD, Ini Kata Kemenlu!

DAPA menyebutkan insinyur Indonesia telah menyimpan data tentang pengembangan KF-21 dalam sebuah USB. Korsel pun melakukan penyelidikan pada data disimpan yang berisi teknologi strategis yang terkait dengan program pengembangan KF-21.

“Saat ini sedang dilakukan untuk menyelidiki keadaan dugaan pencurian teknologi oleh pihak Indonesia. Penyelidikan gabungan yang terdiri dari berbagai lembaga terkait, termasuk Badan Intelijen Nasional,” ujar DAPA, dikutip dari kantor berita Yonhap.

KF-21 sendiri merupakan proyek kerja sama antara Indonesia dengan Korsel bernilai 8 miliar dollar AS (Rp 121,35 triliun). Kedua negara bersepakat akan memproduksi 120 jet tempur untuk Korsel dan 48 jet tempur untuk Indonesia.

Iqbal menjelaskan para teknisi Indonesia sudah terlibat dalam proyek pengembangan KF-21 itu sejak 2016 sudah memahami prosedur kerja serta aturan yang berlaku.

“Proyek KF-21 adalah proyek strategis bagi Indonesia maupun Korea Selatan. Kedua negara akan mengelola berbagai masalah yang muncul dalam kerja sama ini sebaik mungkin,” tandasnya.

Sumber: kompas.com

[post-views]
Selaras