Media Utama Terpercaya

17 Mei 2026, 21:23
Search

Kemenhaj Berangkatkan 32 Musyrif Diny Untuk Dampingi Ibadah Jemaah Haji Indonesia 2026. Ini Nama-namanya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Musyrif Diny
Kemenhaj berangkatkan 32 Musyrif Diny untuk pendampingan jemaah haji Indonesia 2026. [Foto: MUI]

Makkah, mu4.co.id – Sebanyak 32 Musyrif Diny resmi diberangkatkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) ke Tanah Suci untuk memperkuat pendampingan ibadah jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M. Para pembimbing ibadah lintas organisasi kemasyarakatan Islam itu telah tiba di Madinah, Arab Saudi, melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz pada Selasa (12/5/2026).

Kehadiran Musyrif Diny menjadi bagian penting dalam mendukung visi Tri Sukses Haji 2026, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis dipercaya menjadi Ketua Musyrif Diny penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menjelaskan, tugas utama Musyrif Diny adalah memberikan pendampingan dan bimbingan agar seluruh rangkaian ibadah haji jemaah Indonesia berjalan sesuai tuntunan syariat Islam.

“Musyrif Diny memberikan guidance bagaimana pelaksanaan ibadah haji sesuai syariat Islam yang diajarkan Rasulullah SAW,” ujarnya dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Ahad (17/5).

Pendampingan tersebut mencakup pelaksanaan haji tamattu’, wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah dan Mina, hingga tawaf dan lempar jumrah. Musyrif Diny juga bertugas membantu jemaah dengan kondisi khusus, termasuk jemaah sakit yang membutuhkan dispensasi ibadah seperti safari wukuf sesuai ketentuan syariat.

Baca juga: Jemaah Haji Wajib Tau! Ini Titik Lokasi Pos Siaga Petugas Haji 2026 di Masjidil Haram!

Selain fokus pada kesempurnaan ritual ibadah, para pembimbing juga memberikan pembinaan akhlak kepada jemaah selama berada di Tanah Suci. Jemaah diimbau menjaga perilaku, menghindari ucapan kotor, ghibah, maupun perdebatan agar dapat meraih haji mabrur.

Sementara itu, anggota Musyrif Diny lainnya, Prof KH M Asrorun Niam Soleh mengatakan, pembinaan dilakukan tidak hanya kepada jemaah, tetapi juga pada aspek penyelenggaraan layanan haji secara keseluruhan.

Menurutnya, berbagai desain layanan seperti transportasi, konsumsi, hingga akomodasi turut dikonsultasikan secara keagamaan agar sesuai dengan prinsip syariah.

“Nah, desain penyelenggaraan itu dikonsultasikan secara keagamaan agar memiliki kepatuhan syariah dengan lembaga yang namanya Musyrif Diny,” katanya.

Ia menambahkan, Musyrif Diny juga berperan memberikan solusi keagamaan ketika terjadi kondisi darurat atau force majeure agar jemaah tetap dapat menjalankan ibadah secara sah.

Baca juga: Cuaca Makkah Capai 40 Derajat Celcius, PPIH Imbau Jemaah Haji 2026 Salat di Hotel!

Sebanyak 32 Musyrif Diny nantinya akan ditempatkan di berbagai sektor layanan haji di Makkah dan Madinah. Mereka menjadi rujukan pembimbing ibadah kloter sekaligus tempat konsultasi persoalan fikih haji bagi petugas maupun jemaah.

KH Cholil Nafis optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar meski menghadapi tantangan cuaca panas, padatnya aktivitas ibadah, serta tingginya jumlah jemaah lansia.

“Jemaah haji diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa kebaikan bagi masyarakat setelah kembali ke Tanah Air,” jelasnya.

Adapun nama-nama Musyrif Diny yang diberangkatkan Kemenhaj ke Tanah Suci yakni KH Abdulloh Kafabihi Machrus Aly, KH Cholil Nafis, Prof KH M Asrorun Niam, Buya Gusrijal, Liliek Noer Chalida, Hindun Anisah, Muhammad Ziyad, Misbahul Munir, Sholahudin Masruri, Rohimi Zamzam, Umaimah Wahid, Syafrida Hani, Nur Ahmad, Achmad Subaidi Affan, Moh Ayyub Mustofa, Muhammad As’Ad Ilyas Khotib, Julian Lukman, Shodiqul Amin, Afharrozi, Aries Dwi Choiron, Haris Muslim, Afifuddin, Muhyidin Thohir, Saiful Islam, Faturahman Kamal, Fahmi Amrullah, Ihsan Kamil, Sari Damayanti, Sabela, Siti Badiah, Tgk Muhammad Ali, dan Neyla Saida Anwar.

(Kemenhaj, MUI)

[post-views]
Selaras