Banjarmasin, mu4.co.id – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nasya Al Hujaj Kalimantan Selatan kembali menggelar bimbingan manasik haji pertemuan kedua di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (19/9). Sedangkan pertemuan pertama dilaksanakan pada Sabtu (5/9) lalu di kantor Sekretariat KBIHU Nasya Al Hujaj Kalsel, di Jalan Perdagangan Kota Banjarmasin.
Kegiatan Manasik dilaksanakan setiap dua pekan sekali, sebanyak 16 kali pertemuan, dan setiap pertemuan ada dua materi yang disampaikan oleh Narasumber yang berpengalaman dan bersertifikat.
Untuk kelancaran Manasik, para peserta diminta kontribusi infaq sebesar Rp500.000 yang digunakan untuk keperluan Peserta sendiri, yaitu berupa snack, ATK, buku Panduan Doa, penggandaan materi, dan lain-lain.
Baca Juga: KBIHU Nasya Al Hujaj PWA Kalsel Gelar Manasik Haji dan Umrah Perdana di Masjid Al Jihad Banjarmasin
Dalam pertemuan kedua ini, peserta tampak sangat antusias mengikuti materi yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banjarmasin, H. Ahmad Sya’rani, S.Ag., M.Ag. yang membahas tentang Kebijakan Pemerintah dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji, Ketentuan Peraturan Perundang-undangan Haji di Arab Saudi, serta Bentuk Pembinaan, Pelayanan, dan Perlindungan bagi Jemaah Haji di Tanah Air, baik dalam perjalanan, maupun selama di Arab Saudi.
Adapun materi kedua disampaikan oleh Sekretaris KBIHU Nasya Al Hujaj, Nina Muidah, S.Pd., M.Pd., M.Kom. yakni terkait Azam dan Meluruskan Niat Berhaji.

Dalam paparannya Nina menjelaskan pentingnya Calon Jemaah Haji terus membulatkan tekad berhaji karena selama rentang waktu menuju keberangkatan, akan banyak sekali tantangan yang bisa menyurutkan semangat berhaji. Selain itu, ia juga menjelaskan pentingnya meluruskan niat agar berangkat haji benar-benar karena ingin mencari ridha Allah, bukan untuk sekadar dapat titel haji/ hajjah, atau sekadar menaikkan status sosial di masyarakat. Nina juga mengajak agar calon jemaah haji membersihkan hati dari tujuan-tujuan duniawi atau validasi manusia semata.
Hal lain yang menarik pada pertemuan kedua ini adalah semua peserta disuguhi minum air zamzam yang dituang langsung dari galon Zamzam yang masih bersegel.
Sementara itu, Ketua KBIHU Nasya Al Hujaj, Prof. Dr. Hj. Silvia Ratna, M.Kom., menyampaikan harapannya bahwa dilaksanakannya kegiatan ini, mudah-mudahan para peserta dapat menyerap seluruh materi bimbingan manasik haji untuk menjadi bekal ilmu dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.
“Semoga semua jemaah yang mengikuti bimbingan manasik di KBIHU Nasya Al Hujaj menjadi jemaah yang mandiri dalam melaksanakan ibadahnya karena sudah dibekali ilmu, sehingga berangkat ke Tanah suci dengan percaya diri dan memahami tahapan-tahapan ibadah haji,” ucapnya kepada mu4.co.id.
Silvia juga menjelaskan bahwa KBIHU Nasya Al Hujaj Kalsel masih membuka pendaftaran bagi calon peserta yang ingin bergabung. Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa ke depannya, pihak penyelenggara akan menggelar belasan pertemuan lanjutan yang juga mencakup kegiatan praktik manasik haji, baik secara klasikal maupun beregu.















