Jakarta, mu4.co.id – Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru, usai Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya mengeklaim menyebut lebih dari 26 orang diduga ikut menikmati aliran dana dalam kasus tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief, yang menyebut Sony telah mengantongi sejumlah nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan praktik penyimpangan dalam pengelolaan titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik,” katanya, Sabtu (06/06/2026).
Elza menjelaskan seluruh data dan percakapan yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut tersimpan dalam telepon genggam milik Sony yang saat ini berada dalam penguasaan penyidik Kejaksaan Agung. Ia menambahkan nama-nama yang diklaim terlibat tersebut nantinya akan masuk ke dalam berita acara pemeriksaan sebagai bagian dari keterangan yang disampaikan kliennya kepada penyidik.
“Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony),” sambungnya.
Baca juga: Kejagung Tetapkan Mantan Kepala BGN dan 2 Wakilnya Resmi Tersangka. Ini Dugaan Kasusnya!
Meski demikian, Elza memilih tidak mengungkap identitas mereka kepada publik. Ia berharap seluruh pihak yang disebut dalam keterangan Sony dapat diperiksa agar penyidik memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dugaan praktik jual beli titik SPPG.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap pihak-pihak tersebut akan membantu mengungkap siapa saja yang diduga terlibat dalam pengaturan dan transaksi titik-titik dapur MBG yang kini menjadi sorotan.
Di samping itu, Sony sendiri juga memutuskan mengajukan diri sebagai justice collaborator untuk membantu mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
“Dia tidak mau semuanya ditimpakan ke dia karena dia merasa tidak terlibat dalam jual beli titik. Semuanya sepertinya kesalahan ditimpakan kepada klien saya dan dia ingin membuka ini agar bisa mengetahui siapa yang melakukan ini,” ujar Elza.
(wahananews.co)












