Media Utama Terpercaya

30 Juli 2026, 13:38
Search

Kalteng Diselimuti Asap Karhutla, Status Karhutla Naik Jadi Tanggap Darurat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Kalteng Diselimuti Asap Karhutla
Kalteng Diselimuti Asap Karhutla [Foto: mmc.kalteng.go.id]

Palangkaraya, mu4.co.id – Pemerintah Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, resmi menaikkan status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari siaga menjadi tanggap darurat, sejak Selasa (28/07/2026), yang berlangsung selama 14 hari hingga 10 Agustus 2026.

Keputusan tersebut diberlakukan seiring dengan meningkatnya intensitas kebakaran dan dampak kabut asap karena kemarau yang melanda daerah itu. Asap tebal menyelimuti sejumlah kota, seperti Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun, Kuala Kurun dan Pulang Pisau.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalteng pada Ahad (26/07/2026), terpantau 241 titik api, 21 kejadian Karhutla, dengan total 44,96 hektare lahan terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan peningkatan titik api secara drastis terjadi pada akhir pekan kemarin. Titik api (hotspot) paling banyak terpantau di wilayah Kabupaten Pulang Pisau sebanyak 77 titik, disusul Lamandau 42 titik, Sukamara 31 titik, Kapuas 22 titik, Palangkaraya 15 titik, Katingan 14 titik, dan Gunung Mas 10 titik.

BPBD Kalteng menyiagakan 238 personel gabungan untuk penanganan karhutla, dibantu dukungan 4 unit helikopter water bombing. Hingg kini pemerintah belum melakukan upaya hujan buatan atau modifikasi cuaca.

Baca juga: 6 Penerbangan di Syamsudin Noor di Banjarbaru Sempat Delay Akibat Kabut Asap

Terbaru, salah satu titik kebakaran yang menjadi perhatian berada di Kelurahan Kameloh Baru. Hingga Selasa siang sampai sore, api masih terlihat membakar lahan gambut dan menghasilkan kepulan asap yang menyebabkan kualitas udara di kawasan tersebut memburuk. Hingga Rabu pagi, luas lahan yang terbakar di kawasan Kameloh Baru dilaporkan telah melebihi 20 hektare. Api masih terus menjalar di beberapa titik sehingga petugas tetap melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah kebakaran meluas ke area lain.

Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, Manggala Agni, serta sejumlah relawan pun terus melakukan upaya pemadaman. Petugas tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga berupaya menjangkau bara yang masih menyala di lapisan gambut agar kebakaran tidak kembali muncul.

Upaya pemadaman turut diperkuat dengan operasi water bombing menggunakan helikopter dalam beberapa hari terakhir. Namun, kondisi lahan gambut yang sangat kering membuat api sulit dipadamkan secara menyeluruh. Kendala lain yang dihadapi petugas adalah terbatasnya sumber air. Sebagian besar parit di sekitar lokasi kebakaran telah mengering sehingga pasokan air hanya mengandalkan sisa genangan di parit serta distribusi dari truk tangki.

Di samping itu, masifnya Karhutla mulai berdampak pada kesehatan warga, BPBD mencatat sebanyak 58.495 orang terkena infeksi saluran pernapasan atau ISPA akibat menghirup asap kebakaran.

Sementara itu, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin pun, mengatakan peningkatan status menjadi tanggap darurat dilakukan agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi secara lebih optimal dalam menghadapi karhutla yang terus meluas. Pemerintah Kota Palangka Raya juga mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

(voxkalteng.com, nusaborneo.com)

[post-views]
Selaras