Media Utama Terpercaya

1 September 2026, 15:07
Search

Kalteng Dikepung Kabut Asap Parah, Muhammadiyah Sediakan Layanan Rumah Oksigen

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
rumah oksigen
Muhammadiyah Sediakan Layanan Rumah Oksigen [Foto: Muhammadiyah]

Palangka Raya, mu4.co.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan menyebabkan kualitas udara memburuk. Berdasarkan pantauan satelit, sebanyak 74.640,61 hektare lahan telah hangus terbakar dan menghasilkan kabut asap pekat yang mengancam kesehatan pernapasan warga, bahkan berpotensi meluas hingga ke negara tetangga.

Kementerian Kesehatan melaporkan per 27 Agustus 2026 bahwa dampak paparan asap ini mengancam lebih dari lima juta jiwa. Kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan telah masuk dalam kategori tidak sehat, dan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan beberapa area seperti Kalimantan Barat sudah berada pada kondisi berbahaya.

Menanggapi krisis tersebut, jaringan One Muhammadiyah One Response (OMOR) melalui Pos Komando dan Koordinasi (Poskor) PWM Kalimantan Tengah bersama Lazismu dan unsur Persyarikatan langsung mengaktifkan status siaga dan aksi respons darurat melalui program Indonesia Siaga.

Ketua Lazismu Kalimantan Tengah, Muhammad Fitriani, menjelaskan bahwa pendataan dan aksi kemanusiaan terus berjalan di lapangan. Selain menerjunkan relawan untuk membantu pemadaman serta pendinginan titik api, Poskor juga menyediakan berbagai layanan medis darurat, termasuk rumah oksigen, mobil oksigen, layanan kesehatan lapangan, pembagian masker, pembagian nutrisi, dan edukasi masyarakat.

“Rumah Oksigen di Kalimantan Tengah beroperasi mulai pukul 08.00–16.00 WIB. Lokasinya berada di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya,” ujar Fitriani, dikutip dari laman Muhammadiyah, Selasa (1/9).

Baca juga: Tumbang Nusa Dilanda Karhutla, 6.358 Hektare Lahan di Kalteng Terbakar Hingga 30 Agustus

Aksi kemanusiaan ini didukung oleh 115 relawan yang terdiri dari 10 relawan pemadam, 60 relawan medis, 30 relawan logistik, dan 15 relawan Poskor yang berasal dari unsur pimpinan, ‘Aisyiyah, serta organisasi otonom. Upaya tersebut membuahkan hasil, di mana per 31 Agustus 2026, layanan Rumah Oksigen Muhammadiyah telah membantu sebanyak 53 penerima manfaat yang mengalami masalah pernapasan.

Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)/MDMC Kalimantan Tengah, Heru Setiawan, menegaskan bahwa gerakan respons lintas unsur ini dirancang agar bantuan dapat diterima secara optimal. “Kami berupaya menghadirkan layanan yang dapat langsung dirasakan masyarakat maupun para relawan yang berada di lapangan,” ujarnya.

Ketua Poskor Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Inayati Muharini, menyampaikan bahwa posko darurat ini direncanakan siaga hingga 21 September 2026. “Masa operasional tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan serta status tanggap darurat yang ditetapkan pemerintah,” kata Inayati. Saat ini, Lazismu Kalteng juga terus menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti tabung oksigen, masker N95, obat-obatan, APD, dan peralatan pemadam.

[post-views]
Selaras