Media Berkemajuan

29 Februari 2024, 19:45

Jadwal Berubah, 79 Penerbangan Haji Terlambat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Jadwal Berubah, 79 Penerbangan Haji Terlambat. [Foto: beritatrans.com]

Jakarta, mu4.co.id – Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Saiful Mujab mengatakan sampai dengan hari ke-13 pemberangkatan haji, masih terdapat kasus keterlambatan, baik itu dari maskapai Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines.

Berdasarkan catatan dari sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) Kemenag hingga Senin (5/6) ada 79 penerbangan yang terlambat dan hanya ada 28 penerbangan tepat waktu dan 103 lebih cepat dari jadwal.

Baca Juga: Cegah Kaki Jemaah Melepuh, PKP3JH Siapkan 500 Sandal Cadangan Untuk Jemaah Haji Indonesia

Saiful Mujab meminta kepada maskapai penerbangan untuk serius memperhatikan kenyamanan jamaah haji. Maskapai harus menunjukkan sikap yang lebih kooperatif dan informatif. 

“Maskapai harus lebih kooperatif dalam menginformasikan setiap perubahan atau keterlambatan penerbangan. Maskapai juga harus lebih solutif,” tegas Saiful dilansir dari padek.jawapos.com.

Saiful juga membeberkan bahwa tingkat perubahan dan keterlambatan jadwal penerbangan jemaah haji Indonesia tahun 2023 ini cukup tinggi. Bahkan lebih dari 15 kali keterlambatan atau perubahan jadwal terjadi.

Padahal, saat ini masih dalam tahapan pemberangkatan gelombang pertama yang berlangsung dari 24 Mei sampai 7 Juni 2023. Saiful menuturkan, perwakilan maskapai di asrama haji, tidak hanya untuk menyiapkan jadwal.

“Namun juga untuk menjelaskan dan meminta maaf ke jamaah bila ada perubahan jadwal penerbangan. Sebab, jadwal yang disepakati sebelumnya sudah disosialisasikan ke jamaah,” jelasnya.

Baca Juga: PPIH Arab Saudi: Bus Shalawat Siap 24 Jam Antar Jemaah Haji Indonesia Tunaikan Ibadah

Saiful meminta ketepatan jadwal keberangkatan menjadi perhatian serius bagi pihak maskapai. Supaya keterlambatan tidak terus terjadi. Menurutnya, apa yang menjadi kesepakatan kontrak harus dipenuhi.

Saiful juga mengingatkan maskapai bahwa perubahan jadwal penerbangan akan mengakibatkan efek domino. Efek ini mengganggu pemenuhan layanan kepada jamaah. Mulai di asrama haji, maupun di Madinah dan Mekkah.

Ketepatan jadwal penerbangan haji sangat berkaitan dengan masa tinggal jamaah, kapasitas, dan rotasi jamaah di asrama haji. Terlebih lagi layanan di Arab Saudi yang telah dikontrak untuk melayani jamaah haji sesuai jadwal, menjadi tidak efisien.

Sementara itu, Wakil Presiden Kiai Ma’ruf Amin memberikan keterangan kepada wartawan di sela kunjungan kerja ke Kepulauan Riau, Rabu (7/6/2023).

“Saya harap maskapai memenuhi jadwal yang sudah disepakati dan dihindari delay itu,” 

Kiai Ma’ruf juga mengatakan, ketepatan jadwal keberangkatan haji ini penting agar jamaah haji tidak kelelahan. Sebab, tidak sedikit jamaah haji yang berasal dari pelosok dan telah menempuh perjalanan cukup lama.

“Banyak jamaah haji kita itu dari kampung-kampung kemudian masuk ke embarkasi-embarkasi, itu cukup melelahkan. Kalau dia harus menunggu lagi itu kelelahannya bertambah lagi, belum nanti sampai ke sana,” ujar Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf Amin berpendapat jika ada keterlambatan keberangkatan lagi maka harus ada kompensasi yang diberikan kepada jamaah.

Baca Juga: Kabar Duka, Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia Bertambah Jadi 24 Orang

“Saya kira saya juga sudah mendengar dari Kementerian Agama sendiri sudah membuat seruan untuk tidak terjadinya delay dan itu kalau delay tentu ada konsekuensi-konsekuensi yang harus dikompensasi kepada jamaah. Itu saya harapkan begitu.” pungkasnya.

Sumber: padek.jawapos.com ihram.republikas.co.id

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!