Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam tindakan militer Israel yang mencegat rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di kawasan perairan Siprus, Mediterania Timur.
Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, mengatakan sedikitnya 10 kapal yang tergabung dalam misi tersebut dilaporkan telah ditahan. Beberapa kapal yang dikonfirmasi dicegat antara lain Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ujarnya dilansir dari CNBC Indonesia, Rabu (20/5).
Baca juga: Langgar Aturan, Warga Israel Lakukan Ritual Keagamaan Yahudi di Kompleks Masjid Al-Aqsa!
Berdasarkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat warga negara Indonesia (WNI) di dalam rombongan tersebut. Salah satunya adalah Andi Angga Prasadewa yang berada di kapal Josef sebagai delegasi GPCI-Rumah Zakat.
Selain itu, seorang jurnalis Republika, Bambang Noroyono, juga diketahui ikut dalam pelayaran kemanusiaan tersebut. Namun hingga kini, pemerintah Indonesia masih berupaya memastikan posisi dan kondisi kapal yang ditumpanginya.
“Situasi di lapangan masih sangat dinamis dan kemungkinan perkembangan tetap perlu diantisipasi,” tegas Vahd.
Kemlu RI pun mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal beserta awak yang tergabung dalam misi kemanusiaan itu. Pemerintah Indonesia juga meminta agar distribusi bantuan bagi warga Palestina tetap dijamin sesuai hukum humaniter internasional.
Baca juga: Aksi Israel di Kompleks Al-Aqsa Picu Kecaman Negara-Negara Muslim!
Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, Kemlu melalui Direktorat Pelindungan WNI disebut telah berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan RI di kawasan Timur Tengah, termasuk KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman.
Koordinasi dilakukan guna memastikan perlindungan para WNI sekaligus menyiapkan langkah kontingensi apabila proses pemulangan diperlukan sewaktu-waktu.
“Pelindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat,” tutup Vahd.
(CNBC Indonesia)





![Contoh compressed natural gas [CNG]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_9069-300x214.webp)

![Ilustrasi militer Israel yang mengancam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla [GSF]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260521-WA0000-1-300x169.jpg)







