Media Utama Terpercaya

28 Mei 2026, 01:29
Search

Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50, Hemat Devisa Rp157 Triliun

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50
Indonesia Jadi Negara Pertama di Dunia Terapkan B50 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Indonesia menjadi negara satu-satunya di dunia yang mengimplementasikan bahan bakar biodiesel 50% (B50) atau pencampuran bahan bakar nabati dengan kadar setinggi itu untuk berbagai sektor.

Saat ini pemerintah tengah mempercepat rangkaian uji jalan (road test) campuran solar dengan B50. Hal itu mencakup 6 sektor secara serentak untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan kecocokan mesin, meliputi otomotif, alat mesin pertanian, transportasi laut, alat berat pertambangan, perkeretaapian, hingga operasional pembangkit listrik.

“Ini adalah contoh yang sangat bagus, ini adalah yang pertama di dunia. Tidak ada negara yang menggunakan 50% biodiesel untuk dicampur ke dalam solar,” jelas Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eniya Listiani Dewi, Selasa (26/05/2026).

Baca juga: Storage SPBU Disebut Jadi Biang Kendala Biosolar pada Armada Bus

Lebih lanjut, berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program B50 yang ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan target penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan mampu menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter atau sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.

Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan distribusi di berbagai wilayah.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras