Semarang, mu4.co.id – Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), kembali menunjukkan harmonisasi di tengah perbedaan pandangan yang kerap muncul dalam isu sosial keagamaan.
Hal itu tercermin dari berdirinya Ibrahim Tower, gedung 13 lantai milik Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang, yang ternyata dibangun di atas lahan milik warga NU. Fakta tersebut diungkap saat peresmian gedung pada Rabu (20/5).
Dana wakaf dari jemaah Muhammadiyah kini berdiri di atas lahan yang sebelumnya berasal dari warga NU. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyebut pembangunan rumah sakit itu menjadi simbol kuat kolaborasi kemanusiaan lintas organisasi.
“Kami bangga dengan teman-teman Muhammadiyah yang banyak memberikan manfaat bagi Kota Semarang. Ibrahim Tower menjadi penanda bahwa filantropi Islam hadir sebagai kekuatan pembangunan yang konkret,” ucap Agustina, dikutip dari laman Muhammadiyah Semarang, Jum’at (22/5).
Baca Juga: Prabowo Gelar Bukber di Istana, Satu Meja dengan Tokoh NU, Muhammadiyah dan MUI
Kisah berdirinya RS Roemani turut menarik perhatian karena memperlihatkan kerja sama harmonis antara warga Muhammadiyah dan NU di tengah perbedaan yang kerap diperdebatkan. Rumah sakit tersebut menjadi contoh bahwa kepentingan kemanusiaan, khususnya pelayanan kesehatan, mampu melampaui sekat organisasi dan meredam potensi konflik sosial.
Peresmian gedung layanan medis 13 lantai itu juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional. Agustina menilai Muhammadiyah memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan sektor kesehatan dan pendidikan yang telah berkontribusi bagi masyarakat sejak sebelum kemerdekaan Indonesia.
Kehadiran Ibrahim Tower di Semarang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan dengan konsep gedung modern dan ramah pasien. Agustina berharap fasilitas baru RS Roemani tersebut dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan yang inklusif bagi masyarakat.
Selain sebagai fasilitas medis, gedung itu juga dipandang sebagai bentuk amal jariyah dari para pewakaf dan tokoh terdahulu yang mewariskan lahannya.
Pemerintah daerah dan Muhammadiyah pun berkomitmen memperkuat kerja sama demi meningkatkan pelayanan kesehatan warga. Ibrahim Tower kini disiapkan untuk melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi, sekaligus menjadi simbol kuat solidaritas dan kerukunan sosial.
“Semoga gedung ini mampu menjadi mercusuar pelayanan kesehatan di Kota Semarang sekaligus menjadi amal jariyah bagi Muhammadiyah,” ucap Agustina.
(Muhammadiyah Semarang)













![Pelantikan Sekda Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, Rabu [20/5]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG_9555-300x209.jpeg)

