Media Utama Terpercaya

18 Juni 2026, 21:27
Search

Harga Pertamax Naik, Pemerintah Siapkan Bansos Khusus untuk Warga Desil 4 ke Bawah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pemerintah Siapkan Bansos Khusus untuk Warga Desil 4 ke Bawah
Pemerintah Siapkan Bansos Khusus untuk Warga Desil 4 ke Bawah [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah tengah menyiapkan paket stimulus seperti bansos bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah atau desil 4 ke bawah, yang dinilai paling rentan terdampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, khususnya Pertamax, mulai 10 Juni lalu.

Kelompok masyarakat desil 1-4 (sangat miskin hingga rentan miskin) sendiri merupakan segmen utama menerima bansos. Meski tidak terkait langsung, kenaikan harga Pertamax tetap berpotensi memberi tekanan ke inflasi secara keseluruhan, sehingga pemberian stimulus  dinilai perlu untuk menjaga daya beli masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah juga akan tetap mempertahankan subsidi untuk BBM jenis Pertalite dan program biodiesel 50 (B50).

“Ya pertama kan BBM yang kita pertahankan kan jenis Pertalite dan B50. Terus kemudian kita siapkan yang untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin (15/06/2026).

Baca juga: Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green Mulai Hari Ini. Cek Harga Terbarunya!

Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga minyak dunia pasca meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, usai tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi menekan harga minyak global.

Berdasarkan data Oilprice pada Senin pukul 20.27 WIB, harga minyak mentah Brent tercatat sebesar US$ 83,27 per barel (-4,65%), sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 80,52 per barel (-5,14%). Airlangga memperkirakan harga minyak dunia masih berpeluang turun ke kisaran US$ 83 per barel. Namun, pemerintah memilih bersikap hati-hati sebelum mengambil langkah lanjutan terkait kebijakan energi.

“Ya pertama tentu kita monitor karena harga minyaknya akan turun lagi ke sekitar US$ 83, tetapi kan semua ini baru selesai sudah ditandatangani. Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif,” kata Airlangga.
(investor.id)

[post-views]
Selaras