Jakarta, mu4.co.id – Dua supertanker Iran HUGE (9357183) dan DERYA (9569700), dilaporkan masuk ke perairan Indonesia, setelah lolos dari blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah.
Kapal-kapal tersebut terlacak berlayar menuju Kepulauan Riau. Pelayaran kedua kapal supertanker ini berlangsung kala Amerika Serikat memblokade kapal-kapal Iran di Timur Tengah menyusul perang yang masih berkecamuk. HUGE tercatat membawa 1,9 juta barel minyak mentah dan DERYA mengangkut 1,88 juta barel.
Terkait hal itu, Juru bicara I Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI), Yvonne Mewengkang pun mengatakan bahwa pemerintah kini sedang melakukan verifikasi lapangan mengenai laporan keberadaan kapal-kapal asing, termasuk kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran.
Baca juga: Indonesia Wacanakan Tarif Kapal di Selat Malaka, Malaysia–Singapura Menolak, Ini Alasannya!
“Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia. Pemerintah Indonesia tengah melakukan verifikasi lapangan serta terus lakukan koordinasi internal, dan memandang bahwa kapal-kapal tersebut melaksanakan hak lintasnya sesuai hukum internasional,” kata Yvonne, Selasa (05/05/2026).
Lebih lanjut, Yvonne berujar bahwa aturan navigasi di perairan manapun, termasuk Indonesia, tunduk pada UNCLOS 1982 yang menghormati segala macam rezim lintas di masing-masing zona maritim.
“Kami akan terus memantau situasi ini dan berkomunikasi melalui saluran diplomatik yang tepat,” tutup Yvonne.
Dilaporkan, total sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran pada bulan April. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya diminta putar balik oleh pasukan AS, sedangkan dua lainnya disita. Sisanya disebut telah sampai di tujuan maupun di titik pertemuan dimaksud.(cnnindonesia.com)















