Media Berkemajuan

25 Mei 2024, 07:08

Disebut Punah 172 Tahun Lalu, Peneliti Temukan Kembali Spesies Ikan Purba Ini!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ikan purba spesies belida yang sempat punah, dan kembali ditemukan [Foto: goodnewsfromindonesia.id]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)  menemukan kembali ikan purba spesies belida atau Chitala lopis (C lopis), yang terakhir kali ditemukan di Pulau Jawa pada tahun 1851 lalu, dikutip dari akun resmi BRIN Rabu (24/01/2024).

The International Union for Conservation of Nature (IUCN) Redlist pun bahkan sempat merilis kepunahannya pada 2020 . Ikan ini seolah bangkit dari kepunahan.

Penelitian tersebut berkolaborasi diantaranya yaitu dengan Food and Agriculture Organization, Yayasan Selaras Hijau Indonesia, Universitas Jambi, Charles Sturt University Australia, Museum Vienna, Austria dan Universite Montpellier, Prancis.

Penemuan kembali ikan belida ini berasal dari koleksi yang telah dikumpulkan sejak November 2015 sampai September 2023 di 34 lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Penemuan jenis ikan ini juga memperluas persebarannya, serta menjawab persoalan taksonomi genus (spesies) Chitala di Indonesia.

Baca juga: Saudi Temukan Gua Terpanjang Dengan Fosil Hewan Ibex

Para peneliti yakin spesies yang ditemukan itu adalah C lopis, setelah melakukan perbandingan data hasil DNA barcoding dengan data genetik global BOLD serta karakterisasi morfologi yang dibandingkan dengan koleksi spesies C lopis yang disimpan di Natural History Museum, London, yang telah dirilis melalui jurnal Q1 di Jerman, November 2023.

Peneliti dan Kepala Pusat Riset Konservasi Sumber Daya Laut dan Perairan Darat BRIN yang terlibat dalam penemuan, Arif Wibowo mengatakan spesies ini termasuk ikan purba dengan bentuk sirip seperti kipas. “Jika ditinjau secara intraspesifik, jarak genetik C lopis, C hypselonotus dan C borneensis sangat rendah, sehingga pembeda gen mitochondrial antar spesies tidak identik,” ujar Arif.

Menurut ahli, mayoritas ikan belida di Indonesia masuk dalam spesies C lopis. Namun, ada jenis lain yang ditemukan yaitu C borneensis dan C hypselonotus.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 tahun 2021 tentang Jenis Ikan yang Dilindungi, ada 4 spesies famili Notopteridae yang dilindungi yaitu C lopis, C boorneensis, dan C hypselonotus.

Menurut Badan pengelola situs yang dilindungi (IUCN), spesies Chitala termasuk dalam kategori Least Concern (masih dianggap banyak), kecuali untuk C lopis yang sebelumnya dianggap punah. Karenanya konservasi IUCN perlu dievaluasi pada sebaran C lopis di Indonesia bukan hanya di Jawa.

Sumber: detik.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!