Media Utama Terpercaya

21 Mei 2026, 21:32
Search

Dijuluki “Chicken of the Sea”, Ikan Nila Indonesia Laris di Pasar Dunia!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Chicken of the Sea
Ilustrasi. [Foto: AI, mu4.co.id]

AS, mu4.co.id – Ikan nila atau tilapia kini menjadi salah satu andalan ekspor perikanan Indonesia seiring tingginya permintaan dari Amerika Serikat dan Eropa. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut pemerintah pusat memperkuat kapasitas produksi untuk memenuhi pasar global.

“Kami fokus pada dua program prioritas, yaitu pengembangan kawasan Budidaya Ikan Nila Salin (BINS) di Karawang dan revitalisasi tambak di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa. Langkah ini diambil untuk mendongkrak kapasitas produksi sekaligus memastikan seluruh proses budidaya memenuhi regulasi internasional,” ucap Trenggono dikutip dari SWA, Kamis (21/5).

Baca Juga: Indonesia Mulai Ekspor 500 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Mencapai Rp7 Triliun!

Direktur Pemasaran Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, menyebut ikan nila Indonesia memiliki reputasi baik di pasar internasional berkat cita rasa lembutnya hingga dijuluki “chicken of the sea”. 

Selain kaya protein, omega (3,6, dan 9), dan vitamin B12, ikan nila juga mencatatkan zero rejection atau nihil penolakan di negara tujuan ekspor.

Capaian ekspor ikan nila Indonesia didukung kelengkapan standar dan sertifikasi internasional. Salah satu keberhasilan datang dari Regal Springs Indonesia yang berhasil memasok ikan nila ke Greene King di Inggris untuk menu fish and chips hingga hidangan premium. 

Baca Juga: Prabowo Akan Bentuk BUMN Khusus Mengurus Ekspor SDA Indonesia. Ini Tujuannya!

Direktur Regal Springs Indonesia, Tri Dharma Saputra, menyebut keberhasilan menembus pasar Eropa ditopang komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Kami telah mengantongi 37 sertifikasi internasional, termasuk dari Aquaculture Stewardship Council (ASC). Regulasi ini menuntut industri perikanan nasional bertransformasi total. Mulai dari pengelolaan kualitas air, efisiensi pemberian pakan, hingga aspek kesejahteraan ikan (animal welfare), semuanya diukur dan dievaluasi secara ketat,” terang Tri Dharma.

Ikan Nila Indonesia di pasar Eropa dinilai lebih kompetitif dibanding ikan daging putih seperti cod dan trout. Dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui pengembangan BINS Karawang dan revitalisasi tambak Pantura juga disebut membuka peluang perluasan pasar global.

(SWA)

[post-views]
Selaras