Mekkah, mu4.co.id – So’ Taw, sebuah usaha kuliner soto instan buatan siswa MAN 2 Kebumen, menjadi salah satu bekal favorit dan menjadi pengobat rindu masakan Indonesia bagi para jemaah maupun petugas haji, selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Aroma rempah khas Indonesia dari semangkuk soto hangat menghadirkan rasa rumah di tengah jauhnya Tanah Suci. Bagi jemaah, makanan sederhana itu bukan sekadar santapan, tetapi juga pengingat kampung halaman dan keluarga di Indonesia.
Salah satu petugas haji Indonesia sekaligus Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, H. Fakhrudin, mengaku senang dapat menikmati makanan khas Indonesia di sela-sela aktivitas ibadah di Makkah.
“Alhamdulillah, adanya soto ini saya sangat terbantu. Bisa mengobati rasa rindu terhadap tanah air. Rasanya pas, gurih, nikmat, dan mantap,” tuturnya, dikutip dari kemenag.go.id, Kamis (28/05/2026).
Baca juga: Banyak Jemaah Haji Istirahat di Luar Tenda Mina, Wamenhaj Ungkap Penyebabnya
Kepala MAN 2 Kebumen pun menyampaikan rasa bangganya karena produk karya siswanya dapat ikut menemani perjalanan ibadah jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, jemaah haji membawa bekal produk anak-anak MAN 2 Kebumen. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi madrasah karena karya siswa bisa sampai ke Tanah Suci,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pendidikan akademik dan keagamaan, tetapi juga mendorong lahirnya kreativitas dan jiwa entrepreneur siswa.
Selain praktis dan mudah disajikan hanya dengan air panas, produk So’ Taw juga telah mengantongi sertifikat halal sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
Adapun Nama So’ Taw sendiri diambil dari “Soto Taman Winangun”, salah satu soto legendaris di Kabupaten Kebumen. Tamanwinangun merupakan nama kelurahan di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, yang juga menjadi lokasi berdirinya MAN 2 Kebumen. Nama tersebut dipilih sebagai bentuk penghormatan terhadap kuliner khas daerah sekaligus identitas lokal yang melekat pada madrasah.















