Media Utama Terpercaya

5 Oktober 2026, 19:10
Search

China Bikin “Matahari Buatan”, Jadi Pembangkit Listrik Nuklir Pertama di Dunia!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
China Bikin Matahari Buatan
China Bikin Matahari Buatan [Foto: cgtn.com]

Tiongkok, mu4.co.id – China membuat proyek matahari buatan, yang diharapkan dapat mendemonstrasikan pembangkitan listrik melalui fusi nuklir pertama kali dalam sejarah.

Dikutip dari detik.com, Senin (05/10/2026), Proyek yang bernama Burning Plasma Experimental Superconducting Tokamak (BEST) tersebut dikatakan telah berhasil dikirim ke Hefei, Provinsi Anhui, Tiongkok, sejak Juli tahun ini.

Proses perakitan sejauh ini juga berjalan lancar dan sudah mencapai lebih dari setengah jalan. Saat ini konstruksi mesin utama BEST telah memasuki fase perakitan bertingkat empat. Seperti ‘tong termos’ raksasa yang terdiri dari beberapa lapis, perangkat ini memiliki lapisan terdalam, bejana vakum, perisai termal, dan magnet toroidal yang melilitnya.

Baca juga: China Bangun Industri Baterai Terbesar di Dunia, Teknologi Generasi Baru Terus Dikebut!

Bejana vakum adalah ruang tungku tempat reaksi fusi nuklir terjadi, dan perisai termal bertindak sebagai lapisan isolasi super untuk menghalangi panas. Sementara itu, magnet toroidal bertugas menghasilkan medan magnet ultra kuat, yang menahan plasma suhu tinggi agar tidak menyentuh bejana. Fase konstruksi terakhir akan melibatkan pemasangan komponen internal presisi.

Menurut rencana, konstruksi BEST secara keseluruhan diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2027. Setelah rampung, fasilitas ini akan dipakai untuk melakukan demonstrasi pembangkit listrik fusi deuterium-tritium yang akan dilakukan sekitar tahun 2030. Eksperimen ini akan mereplikasi prinsip matahari bersinar dan menghasilkan panas di Bumi, dan memverifikasi kelayakan pembangkitan listrik komersial melalui fusi nuklir terkontrol.

Kemajuan China dalam pengembangan fusi nuklir komersial bergerak cepat dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, proyek matahari buatan ini berhasil mempertahankan suhu plasma hingga 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik, yang tercatat sebagai rekor dunia baru.

Tidak hanya itu, fasilitas Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) juga telah berulang kali mencetak rekor dunia. Pada 28 Juni, tim peneliti mengatakan pengembangan dan pengujian parameter penuh terhadap dua magnet superkonduktor utama untuk reaktor fusi EAST telah berhasil diselesaikan.

[post-views]
Selaras