Media Utama Terpercaya

5 Oktober 2026, 19:08
Search

Cegah Truk ODOL Masuk Kapal, Pembelian Tiket Feri Diperketat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
truk muatan
Ilustrasi truk muatan. [Foto: Riau1.com]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah akan memperketat pembelian tiket kapal feri untuk membatasi truk Over Dimension Over Loading (ODOL) atau truk yang terlalu berat dan terlalu besar masuk ke kapal penyeberangan.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, menyebut pencegahan dapat dilakukan dengan melarang truk ODOL membeli tiket melalui sistem digital.

“Jadi kami sudah melakukan integrasi dengan Pak Nana (Direktur Teknik PT ASDP Indonesia Ferry). Sebagai contoh, jika dari Jakarta mengarah ke Merak, kita sudah punya WIM (Weigh-in-Motion). Ada beberapa titik WIM yang nantinya memberikan data, sehingga kendaraan ODOL tidak bisa membeli tiket Ferizy,” ungkap Aan dikutip dari Kumparan, Senin (5/10).

Selain itu, penyaringan truk ODOL akan menggunakan sistem Weigh-in-Motion (WIM) atau penimbangan kendaraan saat kendaraan tetap berjalan, yang secara otomatis mendeteksi kendaraan sebelum pengemudi membeli tiket penyeberangan. 

Baca Juga: Cara Baru, Tiket Ferry Balikpapan-Penajam Dapat Dibeli Secara Online Lewat Situs Ini!

Melalui sistem ini, truk yang terindikasi ODOL dapat ditolak sebelum mencapai gerbang pelabuhan. Penerapan WIM juga diperluas ke sejumlah lokasi dalam waktu yang akan datang.

“Sistem ini akan kami terapkan juga di beberapa penyeberangan. Jadi sebelum sampai ke gerbang penimbangan, transaksi pembelian tiket Ferizy sudah ditolak di awal. Mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan,” jelas Aan.

Kebijakan ini sejalan dengan target Indonesia bebas truk ODOL pada 2027. Kemenhub menilai persoalan ODOL tidak hanya berdampak pada jalan domestik, tetapi juga daya saing logistik Indonesia di tingkat regional.

“Ini menjadi tantangan integrasi bagi kami untuk memastikan seluruh moda transportasi, baik darat, udara, maupun laut, sudah laik jalan. InsyaAllah, melalui integrasi ini, apa yang kita harapkan agar transportasi berkeselamatan dan berbiaya murah bisa terwujud,” tutur Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub Risal Wasal.

(Kumparan)

[post-views]
Selaras