Jakarta, mu4.co.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa cadangan devisa Indonesia per akhir Mei ada di US$ 144,9 miliar. Turun US$ 1,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.
Diketahui sepanjang tahun ini, cadangan devisa terus menyusut setiap bulannya. Kini cadangan devisa Tanah Air sudah mencapai titik terendah sejak Juni 2024 atau nyaris dua tahun terakhir.
BI menjelaskan perkembangan cadangan devisa pada Mei dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah hingga penerimaan pajak dan jasa. Pada saat yang sama, pemerintah Indonesia melakukan pembayaran utang luar negeri dan menjalankan stabilisasi nilai tukar rupiah.
“Perkembangan cadangan devisa Mei 2026 ini dipengaruhi penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global dan permintaan valuta asing musiman dari domestik,” sebut laporan BI, Senin (08/06/2026).
Meski demikian, BI menilai posisi cadangan devisa tetap kuat. Secara keseluruhan, posisi cadangan devisa pada akhir Mei setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Ini berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ke depan BI meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.
“Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” imbuh laporan BI.
(bloombergtechnoz.com)












