Media Utama Terpercaya

26 September 2026, 20:56
Search

Beredar Kabar BBM Subsidi Pertalite Naik, Ini Penjelasan Kementerian ESDM!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Harga pertalite
Beredar Kabar BBM Subsidi Pertalite Naik [Foto: mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Beredar kabar bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite alami kenaikan sebesar Rp 13.500 per liter pada 26 September 2026.

Isu tersebut pun dibantah oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia mengatakan bahwa Menteri Bahlil Lahaldalia sudah berulang kali menjelaskan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tak naik sampai akhir tahun 2026. Sehingga segala isu di media sosial mengenai kenaikan harga BBM subsidi di tahun 2026 dipastikan hoaks.

“Perlu kami luruskan, saat ini masif sekali konten media sosial yang berisikan informasi kenaikan harga pertalite. Konten atau informasi ini adalah hoaks atau berita bohong. Carilah informasi pada sumber resmi dan media yang terverifikasi,” katanya, Kamis (24/09/2026).

Baca juga: Harga Minyak Dunia Tembus US$101/Barel, Bagaimana Nasib Harga BBM?

Hal serupa juga diungkapkan oleh Pertamina Patra Niaga, yang menyebut tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Biosolar hingga akhir tahun 2026 mengikuti arahan pemerintah, meski saat ini fluktuasi harga minyak dunia tinggi.

“Pertamina Patra Niaga mengikuti kebijakan Pemerintah dalam penetapan harga BBM. Meskipun terdapat fluktuasi pada sejumlah parameter pembentuk harga, seperti harga minyak dunia dan nilai tukar, untuk BBM subsidi sesuai arahan Pemerintah tidak ada kenaikan harga hingga akhir 2026,” ujar VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tetap menjaga harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir tahun 2026. Pihaknya menyebut mengimpor minyak mentah dari Rusia yang saat ini sudah masuk tahap kedua, demi ketahanan energi nasional di tengah kondisi global yang tidak menentu. Sebab, produksi minyak mentah di dalam negeri belum mencukupi kebutuhan nasional secara keseluruhan.

“Saya lebih mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan lain. Apalagi kedaulatan bangsa kita tidak boleh diintervensi oleh siapa pun. Karena kita menganut mazhab politik bebas aktif,” jelasnya.
(kompas.com)

[post-views]
Selaras