Media Utama Terpercaya

1 Mei 2026, 16:07
Search

Banjarmasin Perkuat 52 Koperasi Merah Putih, Dorong Kemandirian Ekonomi Kelurahan

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Banjarmasin Perkuat 52 Koperasi Merah Putih
Banjarmasin Perkuat 52 Koperasi Merah Putih [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin, menguatkan gerakan Koperasi Merah Putih 52 kelurahan di Kota Banjarmasin, sebagai dukungan atas program Presiden Prabowo Subianto.

Staf Ahli Bidang Ekonomi, Sosial dan Sumber Daya Manusia Kota Banjarmasin, H. Muhammad Isa Ansari, menyampaikan bahwa pemerintah kota sudah membentuk satuan tugas percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan, khususnya kepengurusan dan pengawasan.

Dirinya menilai gerakan Koperasi Merah Putih tersebut sudah bisa berjalan dengan baik, karena sudah meliputi seluruh kelurahan di kota ini, lengkap dengan akta pendirian koperasi yang terdaftar resmi.

“Ini bukan hanya capaian administratif, tetapi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi terus tumbuh di Kota Banjarmasin,” ujarnya, Senin (27/04/2026).

Baca juga: Pemerintah Buka Rekrutmen 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih. Berikut Cara Daftar dan Kisaran Gaji!

Tidak hanya itu, pihak pemko juga bahkan memberikan dukungan penuh pembangunan gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan dan Koperasi Merah Putih Kelurahan Pemurus Luar di Banjarmasin Timur.

Disamping itu, Isa menambahkan bahwa gerakan itu juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas SDM pengurus dan pengawas koperasi. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Banjarmasin, Machli Riyadi menyampaikan, pihaknya akan menggelar bimbingan teknik perkoperasian bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih Angkatan II se-Kota Banjarmasin, sebagai langkah konkret pemerintah dalam membina koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan.

“Sejak awal kita ingin membekali mereka dari sisi pengetahuan, keterampilan, hingga strategi entrepreneurship dalam mengelola koperasi,” jelasnya.

Ia pun menegaskan, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek legalitas, tetapi juga pada kemampuan menggali potensi lokal dan membangun jaringan usaha.

“Kita tidak ingin koperasi hanya menunggu bantuan dari APBN atau APBD, tetapi mampu mandiri dengan menggali potensi di wilayah masing-masing serta membangun networking,” pungkasnya.

(Antara)

[post-views]
Selaras