Media Utama Terpercaya

14 Oktober 2026, 17:31
Search

AHY Soroti Proyek Data Center AI di Jatiluhur yang Memerlukan Air 384 Liter per Detik!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [Foto: Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan]

Jakarta, mu4.co.id – Telah dibangun pusat data kecerdasan buatan (AI) berkapasitas 640 megawatt (MW) di Jatiluhur, Purwakarta. Proyek milik BDx Data Centers yakni AI Campus 2 atau CGK4 itu merupakan pusat data asal Singapura yang diperkirakan bernilai Rp3,5 triliun.

Namun, enam hari setelah peletakan batu pertama, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghentikan sementara proyek tersebut dikarenakan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum diterbitkan.

Sebagai informasi, pusat data ini membutuhkan air 384 liter per detik saat kapasitas penuh, dari sistem Waduk Jatiluhur, yakni waduk yang mengairi sekitar 242.000 hektar sawah dan menjadi sumber sekitar 82 persen air baku di Jakarta. Kebutuhan listriknya juga lebih dari tiga kali kapasitas PLTA Jatiluhur.

Merespons hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan bahwa pembangunan data center dapat dilakukan tanpa merugikan masyarakat, karena warga berhak memiliki kehidupan yang nyaman tanpa terganggu oleh kebutuhan dasar mereka.

Baca Juga: Kemarau Keringkan Riam Kanan, Pasokan Air Bersih Banjarmasin Mulai Terganggu

“Prinsipnya adalah kita dorong pembangunan data center tanpa merugikan. Apalagi mengganggu keseimbangan lingkungan di daerah tersebut Ingat masyarakat kita juga tentunya memiliki hak untuk hidup dengan tenang, dengan nyaman dan sehat. Tidak kemudian terganggu kebutuhan dasarnya,” jelas AHY dikutip dari CNBC, Rabu (14/10).

Ia menilai kebutuhan data center memang penting karena pemanfaatan digital yang semakin tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa pembangunan tersebut perlu diperhitungkan dengan cermat karena membutuhkan energi yang besar.

“Dan kita tahu setiap data center itu membutuhkan dukungan energi yang luar biasa. Listrik termasuk air bersih yang besar Sehingga memang harus benar-benar dihitung secara cermat,” ungkapnya.

AHY menyerahkan keputusan pembangunan pusat data kepada pihak berwenang, dengan mempertimbangkan kepatuhan aturan dan dampak lingkungannya.

Baca Juga: Bencana Sumatra-Aceh, AHY Ungkap Kementerian PU Butuh Rp51 Triliun untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Pertimbangan lokasi juga menjadi faktor penting dalam tata ruang, terutama di kawasan industri yang harus menjadi ekosistem terintegrasi. 

Terkait peta jalan pusat data AI, AHY menyebut kementeriannya berperan mengoordinasikan dan menyiapkan infrastruktur fisik untuk mendukung pengembangan infrastruktur digital. Upaya ini juga melibatkan kerjasama lintas kementerian, termasuk Komdigi yang berada di luar koordinasinya.

“Contoh, untuk menghadirkan internet connection, koneksi internet yang juga Cepat, yang kuat. Termasuk juga mobile networks, BTS, broadband, sea cables di bawah laut itu Itu juga membutuhkan dukungan infrastruktur,” jelas AHY.

“Nah katakanlah semua sudah tersedia ekosistem infrastruktur digitalnya Tetap saja pada akhirnya barang termasuk jasa dan manusia itu bergerak di atas infrastruktur fisik Dibutuhkan jalan, dibutuhkan jembatan. Kemudian juga pelabuhan, bandara dan lain sebagainya. Apalagi Indonesia negara perawat. Tentunya kita memperkuat konektivitas bukan hanya di darat tapi juga di semua moda transportasi,” tambahnya.

(Sindo News, CNBC)

[post-views]
Selaras