New York, mu4.co.id – Aber Kawas (34) mencetak sejarah menjadi senator Muslim pertama keturunan Amerika Serikat-Palestina sekaligus perempuan berhijab pertama yang terpilih menjadi anggota badan legislatif Negara Bagian New York.
Kawas berhasil memenangkan kursi Senat Negara Bagian New York untuk Distrik 12 dengan perolehan suara dominan, dengan meraih 75% suara berdasarkan hasil hitung sementara yang sudah mencapai 90%.
“Warga keturunan Palestina pertama terpilih di Negara Bagian New York: Aber Kawas. Kita menciptakan sejarah,” tulis Kawas mengekspresikan kegembiraannya dengan mengunggah poster dirinya di X, Rabu (04/11/2026).
Distrik 12 mencakup daerah Astoria, Long Island Cirty, Sunnyside, Woodside, Ridgewood, Maspeth, Elmhurst, Glendale, dan Jakson Heights. Selama kampanye, Kawas mengusung slogan “Fund Dignity, Fight Destruction” (Dukung Martabat, Lawan Kehancuran).
Frasa ‘fund dignity’ merujuk ke pendiriannya soal layanan kesehatan untuk semua, transportasi umum yang cepat dan andal serta perumahan. Sementara itu, ‘Fight Destruction’ merujuk ke sikapnya soal krisis iklim, melindungi imigran, dan menolak perang.
Baca juga: Abdul El Sayed Menang Pemilu Senat Michigan, Muslim Pertama yang Terpilih Jadi Senat AS
Kawas sendiri merupakan anggota Democratis Socialists of Amerika, kelompok yang meraih kemajuan luar biasa setelah salah satu anggotanya Zohran Mamdani terpilih jadi Wali Kota New York tahun lalu. Mereka berdua maju lewat tiket Partai Demokrat saat pemilihan. Dalam pemilu sela kali ini, banyak politikus Demokrat termasuk Mamdani mendukung Kawas. Dua di antaranya Senator Bernie Sanders dan Anggota Kongres Rashida Tlaib.
Sebelum terjun ke dunia politik, Kawas menghabiskan lebih dari 15 tahun sebagai seorang pengorganisir yang memperjuangkan hak-hak pekerja, komunitas imigran, dan hak-hak Palestina.
Kawas juga membantu mengembangkan dan meluncurkan kampanye “Not On Our Dime”, yang bertujuan melarang organisasi nirlaba di New York mendanai organisasi yang mendukung pendudukan ilegal Israel atas wilayah Palestina, demikian dikutip Middle East Eye.
Selain itu, ia pernah bekerja sama dengan Mamdani yang saat itu masih menjadi anggota Majelis Kota New York dan senator Jabari Brisport untuk mensponsori dan menulis rancangan undang-undang Ending New York Funding of Israel Settler Violence Act (Penghentian Pendanaan New York untuk Kekerasan Pemukim Israel) pada 2023.
(cnnindonesia.com)














