Subang, mu4.co.id – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Subang Bersatu (FMSB) melakukan aksi untuk memprotes rendahnya penyerapan tenaga kerja lokal di pabrik BYD, Cipeundeuy, Subang, Rabu (28/10).
FMSB memperkirakan pekerja asal Subang yang terserap masih di bawah 20 persen dan mendesak perusahaan membuka rekrutmen secara transparan serta memberi lebih banyak kesempatan bagi warga setempat. Juru bicara aksi, Megi Akbar Setiawan, menegaskan bahwa protes tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi.
“Harapan masyarakat itu ingin bagaimana caranya bisa bekerja di salah satu ikon baru Kabupaten Subang, yaitu BYD. Kami datang bukan untuk menghambat investasi, tetapi ingin berkomunikasi dan mencari solusi agar tenaga kerja lokal bisa terserap,” ucap Megi dikutip dari Kompas, Rabu (4/11).
Baca Juga: Pabrik BYD Resmi Beroperasi di Subang, Target Produksi Capai 150.000 Unit per Tahun!
Megi menilai kehadiran BYD seharusnya membuka peluang ekonomi bagi warga Subang. Namun, manfaatnya belum dirasakan optimal karena masyarakat setempat masih kesulitan mendapat pekerjaan. Padahal, banyak lulusan SMA dan SMK yang tidak mampu melanjutkan kuliah akibat keterbatasan ekonomi dan berharap bisa bekerja di industri tersebut.
FMSB juga menilai keterbatasan kompetensi menjadi salah satu kendala warga Subang mendapat pekerjaan. FMSB meminta Pemkab Subang, Disnaker, DPRD, dan manajemen BYD bersama-sama memetakan kebutuhan tenaga kerja industri kendaraan listrik.
Mereka juga mengusulkan pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) khusus otomotif listrik dengan pendanaan pemerintah daerah dan CSR BYD agar keterampilan warga sesuai kebutuhan industri.
(Kompas)












