Malaysia, mu4.co.id – Sejumlah warga Malaysia mulai memboikot produk Indonesia akibat kabut asap yang melanda negara tersebut imbas karhutla di Indonesia. Salah satunya Hasnah AS, yang memilih berhenti membeli produk langganannya selama bertahun-tahun, seperti Indocafe, Teh Sosro, dan santan Kara.
“Saya yakin produk buatan Malaysia sama bagusnya. Jika kita tak memberi mereka pelajaran, mereka tak akan berhenti,” ujar Hasnah dikutip dari CNN, Rabu (28/10).
Bagi Hasnah, boikot tersebut bukan hanya dipicu kabut asap, tetapi juga hinaan di media sosial serta pernyataan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Syahganda Nainggolan, yang menyebut Malaysia mendapat oksigen dari hutan Indonesia.
Kekecewaan serupa disampaikan warga Malaysia lainnya, Salbiah Ahamand, yang berencana beralih dari santan asal Indonesia dan meminta rekomendasi produk lokal melalui Facebook. Unggahannya mendapat lebih dari 400 komentar, dengan banyak pengguna menyarankan merek lokal Malaysia.
Baca Juga: Malaysia Berencana Bawa Isu Karhutla di KTT ASEAN, Begini Respon Kemenlu!
Namun, boikot produk Indonesia dinilai tidak akan menyelesaikan masalah kabut asap dan justru berisiko merugikan kedua negara. Ekonom Malaysia, Barjoyai Bardai, menyebut perdagangan bilateral Indonesia-Malaysia tahun lalu mencapai US$26,6 miliar atau sekitar Rp482,2 triliun.
Menurutnya, boikot akan lebih efektif jika menyasar perusahaan yang terbukti terkait kebakaran hutan. Meski demikian, langkah tersebut perlu disertai tekanan lebih luas melalui lembaga keuangan, penegakan hukum, dan jalur diplomatik.
“Tujuan sebenarnya seharusnya bukan untuk memboikot Indonesia sebagai negara, tetapi untuk membuat pembakaran hutan menjadi tidak menarik secara ekonomi dan akuntabilitas perusahaan jadi tak terhindarkan,” ujar Barjoyai.
Sementara itu, kabut asap akibat karhutla di Sumatra dan Kalimantan menyelimuti Malaysia selama beberapa bulan, bahkan sempat membuat kualitas udara masuk kategori berbahaya. Kondisi ini mengganggu kesehatan dan aktivitas ekonomi warga.
(CNN)












