Paris, mu4.co.id – Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot menyebut akan mengirim bantuan militer ke Arab Saudi untuk menghadapi serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran, Ahad (27/09/2026).
Ketika ditanya apakah bantuan Perancis berarti bahwa Paris telah menjadi mitra dalam perang Arab Saudi melawan Houthi, Barrot mengatakan bantuan hanya bersifat untuk pertahanan.
“Sama sekali tidak (ikut peranga). Ini hanya bersifat defensif. Sejak dimulainya perang (AS-Israel) melawan Iran, kami telah mengerahkan aset militer untuk melindungi sekutu kami, mitra kami. Apakah itu berarti suatu saat kita dapat dianggap sebagai pihak yang berperang? Tidak pernah,” katanya.
Diketahui dalam beberapa pekan terakhir, kelompok Houthi berulang kali menyerang Arab Saudi, sehingga mengancam kemampuan negara itu untuk mengekspor minyak dari pelabuhan-pelabuhan di Laut Merah.
Baca juga: AS Jual Jet Tempur F-35 Rp 431 T ke Arab Saudi, Bantu Hadapi Serangan Houthi
Sebelumnya, Presiden Perancis Emmanuel Macron pada Kamis (24/09/2026) juga mengumumkan, pihaknya akan mengirimkan pasukan beserta aset militer ke Arab Saudi untuk melindungi fasilitas energi vital dari serangan Houthi.
“Bukan untuk terlibat dalam konflik apa pun, melainkan untuk melindungi lokasi-lokasi ini,” kata Macron.
Macron lebih lanjut menjelaskan, Paris akan mengirimkan pasukan, radar, dan sistem pertahanan untuk membantu mengamankan infrastruktur energi di kota pesisir Yanbu.
Langkah ini dipandang Macron sebagai bagian dari upaya Perancis menjamin ketahanan energi, sekaligus memperjuangkan harga bahan bakar yang lebih rendah di dalam negeri.
(detik.com, kompas.com)











