Ponorogo, mu4.co.id – Puncak peringatan 1 abad Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (19/9).
Pimpinan Ponpes Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal (Kiai Hasan) mengungkapkan kebahagiaannya atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto di Ponpes Gontor. Ia melontarkan guyonan tentang istilah “cari muka” yang mengundang tawa para tamu.
Ia mengaku sudah lama memikirkan kehadiran Prabowo dan bergurau akan merasa malu jika Presiden tidak hadir. Istilah tersebut kemudian ia kaitkan dengan orang yang mencari ijazah, nama, uang, jabatan, hingga muka.
“Sekarang banyak orang yang cari muka. Orang yang nggak punya ijazah, cari ijazah. Orang yang gak punya uang, cari uang. Orang yang gak punya nama, cari nama. Orang yang gak punya jabatan, cari jabatan,” ucapnya dikutip dari Harian Disway, Senin (21/9).
Dalam pidatonya, Kiai Hasan menekankan prinsip kesederhanaan dalam kehidupan pimpinan pondok. Di hadapan Presiden Prabowo, ia juga membuka ruang bagi kritik terhadap dirinya dan jajaran pimpinan Gontor.
“Kalau apa yang saya makan, apa yang saya pakai, apa yang saya tempati, apa yang saya kerjakan lebih daripada santri, boleh diprotes, boleh dikritik, boleh didemo,” tegasnya.
Selain itu, Kiai Hasan menekankan pentingnya husnuzan atau prasangka baik antara pemimpin dan rakyat. Ia juga bersyukur atas kehadiran Presiden Prabowo yang menjadi salah satu dari tujuh Presiden RI yang pernah berkunjung ke Gontor.
Usai menyampaikan nasihat secara terbuka kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Kiai Hasan bersama Kiai Akrim kemudian memberikan nasihat secara tertutup.
Keduanya didampingi Ketua Badan Wakaf Gontor, Ustaz Hidayat Nur Wahid. Pemberian nasihat tersebut disebut sebagai bagian dari cara memperlakukan pemimpin sesuai dengan sunnah.
(Harian Disway, Warta Ekonomi, IDN Times)














