Jakarta, mu4.co.id – Jenazah seorang pria ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada Senin (14/9), saat pencarian hari ke-7 terhadap lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Polisi selanjutnya akan mencocokkan DNA jenazah dengan sampel DNA keluarga lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hingga kini belum ditemukan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan identitas jenazah.
Namun, berdasarkan data antemortem (gigi, ciri fisik, pakaian) yang dilakukan dokter forensik RS Bhayangkara Banten, dr. Donald Rinaldi Kusumaningrat, mayat pria yang ditemukan di Pulau Enggano tidak cocok dengan lima jurnalis dan tiga awak speedboat yang hilang.
“Tidak ada penyesuaian dengan data AM (antemortem) jenazah dengan (rombongan) jurnalis. Pakaian dalam yang dikenakan tidak sesuai,” ungkap dr. Donald dikutip dari detik sumbagsel, Rabu (16/9).
Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano diketahui berkulit putih dan hanya mengenakan celana biru putih. Polda Banten telah mengirimkan data DNA keluarga korban hilang ke Polda Bengkulu untuk dicocokkan, dan hasil pencocokan diperkirakan keluar dalam waktu sekitar satu minggu.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, pihaknya terus mendukung proses identifikasi dengan menyiapkan data sesuai prosedur Disaster Victim Identification (DVI).
“Data antemortem dari keluarga korban kami bantu sampaikan kepada Tim DVI Polda Bengkulu untuk menjadi bahan pembanding dalam proses identifikasi. Selanjutnya, proses identifikasi dilakukan oleh Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu,” terangnya.
Polda Banten berharap data yang disiapkan dapat memperlancar proses identifikasi dan memastikan identitas jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano.
Sementara itu, pencarian hari ke-9 pada Rabu (16/9) dibagi menjadi delapan sektor dengan melibatkan 22 unit kapal. Namun, operasi SAR tersebut masih belum menemukan hasil.
(Merdeka.com, Detik Sumbagsel)














