Media Utama Terpercaya

11 September 2026, 20:02
Search

Hotspot Kalsel Nihil, Tim Gabungan Fokus Tangani Karhutla di Kalbar dan Kalteng!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penanganan karhutla
Penanganan karhutla. [Foto: Antara Foto]

Banjarmasin, mu4.co.id – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan karhutla, terutama di wilayah dengan hotspot tinggi. Berdasarkan data SiPongi, Kalimantan Selatan tidak mencatat hotspot high confidence, sementara operasi difokuskan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Hingga Rabu (9/9) pukul 21.04 WIB, terdeteksi 395 hotspot high confidence secara nasional. Angka ini turun dua titik dibandingkan hari sebelumnya.

Baca Juga: Tinjau Karhutla hingga Sekolah Rakyat di Kalsel, Wapres Gibran Sampaikan Permohonan Maaf

Dilansir dari laman Kementerian Kehutanan pada Jum’at (11/9), pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, hotspot high confidence tercatat, antara lain:

  • Kalimantan Barat: 134 titik
  • Kalimantan Tengah: 81 titik
  • Sumatera Selatan: 35 titik
  • Riau: 15 titik
  • Jambi: 4 titik
  • Kalimantan Selatan 0 titik

Kalimantan Barat mencatat hotspot high confidence terbanyak di antara enam provinsi prioritas, disusul Kalimantan Tengah. Kondisi ini menjadi dasar penentuan patroli, groundcheck, pemadaman darat, dan dukungan operasi udara.

Sementara itu, Kalimantan Selatan tidak mencatat hotspot high confidence pada pemantauan terakhir. Meski demikian, kewaspadaan tetap dijaga karena kondisi karhutla dapat berubah akibat cuaca dan kondisi lahan.

Baca Juga: Kemenhut Segel Lokasi Karhutla di Kalbar, Temukan Aktivitas Penanaman Sawit dan Sita Alat Berat

Sebanyak 53 armada udara dikerahkan untuk menangani karhutla di enam provinsi prioritas yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sedangkan 34 lainnya untuk water bombing.

Kementerian Kehutanan bersama pihak terkait terus memantau hotspot, kondisi api, kualitas udara, sebaran asap, cuaca, curah hujan, dan jarak pandang untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Masyarakat diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan jika menemukan asap, titik api, atau tanda-tanda kebakaran agar dapat ditangani sejak dini.

(Kementerian Kehutanan)

[post-views]
Selaras