Banjarmasin, mu4.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di langit Kalimantan Selatan dengan memanfaatkan keberadaan awan potensial, untuk penanganan karhutla dan kekeringan.
Seperti yang diketahui, saat ini Kalsel masih berada dipuncak musim kemarau, sehingga bantuan OMC untuk menurunkan hujan sangat dibutuhkan untuk membantu menghadirkan hujan di wilayah yang menjadi sasaran operasi.
Sebanyak 1 ton garam dibawa pesawat BNPB dari Lanud Sjamsuddin Noor, untuk ditaburkan ke awan hujan, dengan menyasar wilayah utara Kalimantan Selatan, yakni Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Tabalong, pada Sabtu 5 September 2026 sore, dan akan dilakukan selama beberapa hari kedepan hingga tanggal 9 September 2026.
“Alhamdulillah, setelah satu bulan lebih tidak bisa dilaksanakan karena terkendala tidak adanya awan hujan. Kita bisa laksanakan lagi omc dengan berkordinasi dengan BMKG dan juga evaluasi tim,” kata Tenaga Ahli Kepala BNPB, Brigjen TNI (Purn) Herman Hidayat.
Baca juga: Satu Ton Garam Ditebar Lewat Operasi Modifikasi Cuaca, Sejumlah Wilayah Kalsel Diguyur Hujan
Sementara itu, Kepala Subbid Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Ariansyah, mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai potensi awan yang dapat disemai. Informasi mengenai kondisi awan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan koordinasi bersama BNPB untuk memperoleh dukungan pelaksanaan operasi.
Pelaksanaan penyemaian dilakukan terhadap awan yang memenuhi potensi untuk dikembangkan menjadi hujan. Setelah pelaksanaan operasi pada sore hari, BMKG juga menyampaikan adanya potensi hujan pada malam harinya. Menurut Ariansyah, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensial. Karena itu, kesiapan pesawat dan bahan semai telah dilakukan sejak sebelum operasi dimulai.
Ia menambahkan, apabila dalam beberapa hari ke depan masih terdapat awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian, OMC akan kembali dilaksanakan.
“Apabila nanti dalam beberapa hari ke depan masih ada potensi awan semainya, maka OMC akan tetap dilanjutkan,” kata Ariansyah.
Diketahui sebelumnya, operasi modifikasi cuaca telah dilaksanakan pada Juli 2026 lalu di langit Kalsel. Setelah sekitar satu bulan tak ada potensi awan hujan hingga akhirnya bisa kembali dilakukan.
(rri.co.id, kalselprov.go.id)












