Banjarbaru, mu4.co.id – Hujan mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan setelah dilanda kemarau panjang yang turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, turunnya hujan kali ini menjadi perhatian warga lantaran air yang terlihat berwarna kehitaman. Fenomena tersebut salah satunya dibagikan melalui akun Instagram @ayurukmini294 pada Rabu (02/09/2026).
Dalam unggahannya, tampak kondisi hujan dengan air yang terlihat gelap. Pemilik akun menyebut fenomena tersebut sebagai hujan pertama setelah kemarau panjang di Kalimantan. “Hujan pertama di Kalimantan setelah kemarau, hujan batu bara hitam,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar menduga warna kehitaman pada air hujan berkaitan dengan partikel asap dan debu akibat karhutla yang terbawa atmosfer dan turun bersama hujan.
Sementara itu, komentar lainnya menduga kondisi tersebut berasal dari kotoran atau debu yang menempel pada atap dan permukaan bangunan, kemudian terbawa air hujan.
Baca juga: Beredar Poster Larangan Tampung Air Hujan, BMKG Kalsel: Hoaks
Terlepas dari fenomena tersebut, turunnya hujan disambut baik masyarakat di tengah ancaman karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah. Hujan diharapkan dapat membasahi lahan yang sebelumnya kering sehingga membantu menekan potensi munculnya titik api.
Selain itu, hujan juga diharapkan membantu mengurangi sebagian partikel asap di udara dan meredakan kabut asap yang muncul akibat kebakaran hutan dan lahan.












