Media Utama Terpercaya

27 Agustus 2026, 01:10
Search

Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Setelah 2041, Tambang Grasberg Jadi Sorotan Dunia

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Setelah 2041
Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Tambang Setelah 2041 [Foto: Bloomberg]

Papua, mu4.co.id – Operasional Tambang Grasberg yang dikelola oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah menjadi pusat perhatian industri pertambangan internasional, seiring dengan proses pembahasan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) setelah tahun 2041.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas mengatakan pihaknya telah mengajukan permohonan perpanjangan IUPK setelah 2041 pada Juni 2026 lalu kepada pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), sebagai tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani pada Februari 2026 lalu.

Salah satu alasannya, ia menekankan pada pentingnya kepastian kelanjutan operasional, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan potensi cadangan mineral yang dinilai masih melimpah, khususnya di distrik Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

“Langkah ini sangat penting untuk memastikan konservasi pertambangan, keberlanjutan investasi jangka panjang, menjaga lapangan kerja bagi 30 ribuan pekerja, mempertahankan kontribusi kepada negara yang jumlahnya puluhan triliun bahkan dapat mencapai ratusan triliun setiap tahunnya, serta tentu saja melanjutkan program pengembangan masyarakat kita di masa mendatang,” jelasnya, Senin (17/08/2026).

Menurutnya, perpanjangan IUPK PTFI setelah 2041 ini juga akan memberikan kontribusi pada negara. “Intinya adalah kalau tambang itu berhenti di 2041 tidak ada yang diuntungkan. Pemerintah juga rugi tidak ada pemasukan lagi dari Freeport, karyawan 30 ribu juga enggak ada lagi, program pengembangan masyarakat kita enggak ada lagi. Jadi kalau itu diperpanjang, maka semua pihak diuntungkan,” tambahnya.

Baca juga: Indonesia dan Freeport-McMoRan Perpanjang Kerjasama Hingga 2026, Investasi Saham Negara Naik

Kepastian operasional tambang itupun dinilai penting bagi stabilitas pasokan tembaga dan emas global di tengah meningkatnya permintaan mineral strategis. Tony mengungkapkan posisi perusahaan saat ini merupakan barometer bagi pasar mineral dunia karena skala produksinya yang sangat besar. Mengingat, PTFI mengelola tambang terbuka nomor 2 terbesar di dunia dan produsen emas nomor 1 terbesar di dunia.

“Grasberg atau Freeport Indonesia ini oleh dunia internasional tuh dilihat sebagai salah satu barometer pertambangan tembaga. Pertama pada saat open pit mine itu adalah tambang tembaga nomor 2 terbesar di dunia tambang terbuka nomor dua terbesar di dunia kita sebagai produsen tembaga, juga nomor 2 terbesar di dunia sebagai produsen emas nomor satu terbesar di dunia,” ujar Tony, Senin (24/08/2026).

Dengan produksi perusahaan yang cukup besar, menyebabkan setiap dinamika operasional di Papua langsung memicu volatilitas harga di pasar internasional. Tony menjelaskan bahwa gejolak pasar sempat terjadi ketika perusahaan memutuskan menghentikan kegiatan sementara untuk fokus pada proses evakuasi korban insiden longsor material basah tahun lalu.

“Dan banyak pihak juga meyakini bahwa masa depan Grasberg ini masih panjang. Jadi ini menimbulkan harapan di dunia internasional bukan saja bagi investor yang tertarik untuk investasi baik secara langsung di PTFI maupun melalui Freeport-McMoRan dalam membeli saham stock-nya dan lain sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, metode penambangan bawah tanah block caving yang digunakan saat ini tidak memungkinkan adanya jeda operasional dalam waktu lama. Jika izin tidak segera diberikan dan aktivitas terhenti, struktur batuan di bawah tanah berisiko runtuh dengan sendirinya sehingga akan sangat sulit dan mahal untuk dipulihkan kembali oleh pengelola mana pun di masa depan.

“Jadi harapannya tentu saja adanya kepastian karena konservasi pertambangan itu kalau misalnya masih ada sumber daya di bawahnya sebaiknya itu diteruskan. Apalagi ini block caving, block caving itu nggak bisa kemudian stop aja nanti digantikan oleh orang lain, satu tahun dua tahun kemudian ini tambangnya sudah runtuh dulu dengan sendirinya,” tambahnya.
(cnbcindonesia.com)

[post-views]
Selaras