Banjarmasin, mu4.co.id – Puluhan perwakilan masjid dan remaja masjid Muhammadiyah se-Kota Banjarmasin mengikuti Pelatihan Satu Ranting Satu Kader (SRSK) Generasi Muhammadiyah (GenMu) yang digelar di Masjid Al Jihad Banjarmasin, Sabtu (01/08/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang bertujuan membekali takmir dan kader muda masjid dengan pengetahuan serta keterampilan praktis dalam mewujudkan tiga pilar masjid, yakni Bersih, Suci, dan Sehat (BSS) sesuai standar kesehatan dan syariat Islam.
Pelatihan dihadiri perwakilan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Selatan, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRM) Kalsel, Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM Kalsel, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB), Rumah Sakit Islam Banjarmasin (RSIB), serta pengurus Masjid Al Jihad Banjarmasin sebagai tuan rumah sekaligus masjid percontohan Program SRSK. Hadir pula para fasilitator dari berbagai amal usaha Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Mengusung tema “Mewujudkan Masjid Bersih, Suci dan Sehat Berkemajuan”, pelatihan menghadirkan tiga materi utama. Materi pertama mengenai konsep Masjid Bersih, Suci, dan Sehat disampaikan dr. Khusnan Mustofa Gufron dari RSIB. Selanjutnya, materi tentang Program Satu Ranting Satu Kader disampaikan M. Wahyudi Khairani, S.Pd.I., M.M. dari LPCRM Kalsel. Sementara materi penutup bertajuk Mewujudkan Inovasi dan Kolaborasi Masjid Berkemajuan disampaikan Hendayani, S.Sos.I., S.Pd.I., CP.NLP dari Masjid Al Jihad Banjarmasin.

Ketua Panitia Pelaksana, Hendayani, mengatakan dirinya bersama tim fasilitator dari berbagai lembaga Muhammadiyah mendapat amanah dari pusat untuk mengawal pelaksanaan Program SRSK selama 6 bulan ke depan. Ia menjelaskan, para fasilitator sebelumnya telah mengikuti Training of Trainer (TOT) yang diselenggarakan MPKU Pusat di Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi pada Juli 2026 sebagai bekal mendampingi pelaksanaan program di daerah.
“Program ini merupakan kolaborasi antara MPKU, Rumah Sakit Islam, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA), serta LPCRM untuk mewujudkan masjid yang bersih, suci, dan sehat berkemajuan,” ujarnya.
Ia menambahkan, setelah pelatihan akan dipilih 3 masjid binaan di bawah pendampingan Masjid Al Jihad Banjarmasin. Ketiga masjid tersebut akan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) selama 6 bulan dan memperoleh pendampingan serta monitoring secara berkala. “Pemilihan masjid binaan didasarkan pada hasil instrumen yang diisi peserta setelah mengikuti seluruh materi pelatihan,” jelasnya.
Sementara itu, mewakili PWM Kalimantan Selatan, Drs. Asrani, M.Pd menambahkan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari workshop dan bimbingan teknis SRSK yang diselenggarakan MPKU Pusat bagi Generasi Muhammadiyah, yang diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda Muhammadiyah yang siap mengabdikan diri dalam pengelolaan masjid sehingga tercipta lingkungan ibadah yang bersih, suci, dan sehat.
“Harapannya minimal setiap masjid memiliki satu kader yang mampu menjadi penggerak dalam mewujudkan masjid yang bersih, suci, dan sehat, sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan jamaah,” katanya.
Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami standar kebersihan dan kesucian masjid menurut syariat, menguasai teknik sanitasi, pengelolaan sampah, serta pencegahan penyakit di lingkungan masjid, hingga mengembangkan budaya Masjid Sehat secara berkelanjutan di tengah masyarakat.














