Media Utama Terpercaya

29 Juli 2026, 23:38
Search

Pemain Keturunan Banjar, Liam Oetoehganal Dilirik Masuk Timnas Indonesia

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Liam Oetoehganal Dilirik Masuk Timnas Indonesia
Liam Oetoehganal Dilirik Masuk Timnas Indonesia [Foto: Instagram pribadi Liam Oetoehganal]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemain keturunan Banjar asal Desa Sungkai, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Liam Otmar Irvan Oetoehganal disebut masuk radar dari pelatih Timnas Indonesia, John Herdman dari hasil berkeliling di Eropa beberapa waktu lalu.

Liam berada di posisi yang serba bisa di lapangan baik sebagai gelandang tengah, gelandang bertahan, dan bek kanan, yang menunjukkan kemampuan adaptasi dan pemahaman taktik yang baik, serta stamina dan kecepatan yang mumpuni untuk menutupi berbagai area lapangan. Ia bahkan dianggap sebagai calon penerus Thom Haye di Timnas Indonesia, serta memiliki keinginan untuk membela Timnas Indonesia.

Saat ini, Liam dikontrak ke klub Eredivisie Belanda, Sparta Rotterdam hingga tahun 2027 mendatang. Sebelumnya, Ia pernah membela Excelsior Rotterdam U-21, dan pernah bergabung dengan Excelsior (U-21) dan Beerschot (U-23) pada 1 Agustus 2023 yang kontraknya berakhir Agustus 2024 lalu. Ia juga pernah bermain di Feyenoord Youth.

Baca juga: Kebanggaan Banua! Pemain Banjarmasin Tembus TC Timnas Futsal Indonesia untuk AFF 2026 di Thailand!

Selain itu, Pria kelahiran Nijmegen, Belanda, pada 4 Mei 2004 ini juga pernah membawa klub Beerscho Proximus League, kompetisi kasta kedua Liga Belgia. Ia juga pernah dipanggil ke tim U1-6 De Oranje saat masih di Feyenoord pada 2019 silam.

Nama Liam Otmar Irvan Oetoehganal sendiri sangat familiar dan tak begitu asing di telinga Urang Banjar, yaitu Oetoeh ditulis dalam ejaan lama dan ejaan bahasa sekarang menjadi Utuh, yang dalam kosakata Bahasa Banjar yang memiliki arti tersendiri, panggilan anak kesayangan untuk anak laki-laki Urang Banjar. Sementara itu, kata Ganal juga merupakan Bahasa Banjar dalam arti bahasa Indonesia sepadan dengan besar.

Liam sendiri merupakan yang memiliki kewarganegaraan Belanda, yakni Nenek dari pihak ayahnya berasal dari Sungkai, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, sementara ibunya memiliki keturunan Jawa dan Suriname.
(kalimantanpost.com)

[post-views]
Selaras