Iran, mu4.co.id – Sebuah dana investasi swasta senilai US$300 miliar atau sekitar Rp5.328 triliun disiapkan sebagai bagian penting dari kerangka kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mendorong masuknya investasi ke Iran.
Menurut sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut, lebih dari separuh dana itu telah memperoleh komitmen dari berbagai pihak.
Dana investasi ini dirancang sebagai insentif ekonomi guna mendukung tercapainya kesepakatan final yang rencananya ditandatangani pada 19 Juni 2026, hari ini.
Sumber tersebut menegaskan bahwa dana itu murni berasal dari sektor swasta, bukan program rekonstruksi, reparasi, maupun dana pemerintah, dan baru akan dibentuk setelah perjanjian resmi disepakati.
Baca Juga: Masuki Babak Baru, AS dan Iran Teken Dokumen Perjanjian Damai
“Selama 60 hari ke depan, para administrator dana akan bekerja bersama pihak Iran dan para investor untuk merencanakan dan memetakan proyek-proyeknya,” kata sumber tersebut, dikutip dari Kompas, Jum’at (19/6).
Sumber tersebut menyebut sejumlah perusahaan dari negara-negara Teluk, Asia, Amerika Selatan, dan Afrika telah menyatakan komitmen pendanaan, termasuk dari Korea Selatan, Jepang, Singapura, Malaysia, dan Amerika Serikat. Investasi yang dijanjikan akan difokuskan pada sektor energi, logistik, manufaktur, dan transportasi.
Awalnya Iran meminta kompensasi perang sebesar US$400 miliar, namun ditolak AS. Sebagai alternatif, kedua pihak merancang dana bernama Reconstruction and Development Fund yang didukung negara-negara kawasan melalui jaminan pinjaman, fasilitas kredit, maupun pembiayaan langsung untuk pemulihan infrastruktur yang terdampak konflik, seperti kilang minyak, bandara, dan kompleks industri.
Pemerintah AS menyatakan Iran dapat mengakses dana tersebut jika mematuhi kesepakatan dengan Washington, termasuk membongkar program nuklir, menghapus stok material yang diperkaya, serta menerima sistem inspeksi dan pengawasan yang ketat.
(Kompas)













