Arab Saudi, mu4.co.id – Arab Saudi sedang membangun danau air tawar raksasa di tengah gurun sebagai bagian dari megaproyek futuristik NEOM di kawasan Trojena, Tabuk.
Proyek senilai sekitar USD 4,7 miliar atau Rp125 triliun itu mencakup pembangunan danau sepanjang 2,8 kilometer dengan luas sekitar 1,5 kilometer persegi. Untuk mewujudkannya, Arab Saudi membangun tiga bendungan besar, termasuk bendungan utama setinggi 145 meter dan panjang 475 meter yang menggunakan teknologi beton khusus.
Danau tersebut juga akan dilengkapi pulau rekreasi untuk berbagai aktivitas wisata, dan disebut sebagai salah satu pencapaian penting dalam dunia konstruksi modern.
“Proyek ini akan menjadi keajaiban teknik dan konstruksi internasional,” ungkap CEO Webuild, Pietro Salini, dikutip dari detik inet, Kamis (18/6).
Danau ini merupakan bagian dari program Saudi Vision 2030 untuk mengurangi ketergantungan pada minyak serta mengembangkan sektor pariwisata, dan akan dilengkapi pulau rekreasi, resor ski, olahraga air, dan berbagai fasilitas hiburan modern.
Hingga Maret 2026, pembangunan telah memasuki tahap awal dengan sekitar 3 juta meter kubik material berhasil digali. Menurut Executive Director Trojena Philip Gullett, proyek ini juga dirancang dengan pendekatan pembangunan yang berkelanjutan.
“Kami telah menyelesaikan sekitar 3 juta meter kubik penggalian di lokasi danau. Material hasil galian akan digunakan kembali untuk konstruksi bendungan dan dasar danau sebagai bagian dari strategi ramah lingkungan,” jelas Philip Gullett.
Proyek ini turut menghadapi tantangan besar, terutama penyediaan air di kawasan gurun. Untuk mengatasinya, Arab Saudi akan memanfaatkan teknologi desalinasi berbasis energi terbarukan.
Selain itu, tingginya tingkat penguapan juga menjadi perhatian utama. Jika sukses, Danau Trojena berpotensi menjadi ikon baru Arab Saudi sekaligus contoh inovasi pengelolaan air di wilayah kering di seluruh dunia.
(Detik inet)














