Nunukan, mu4.co.id – Kepala Seksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian Nunukan, Donly Siahaan, menyebut penguatan nilai tukar Ringgit Malaysia (RM) terhadap rupiah mendorong peningkatan kunjungan warga Malaysia ke Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
Kantor Imigrasi Nunukan mencatat lonjakan kedatangan melalui Pelabuhan Tunon Taka setelah kurs Ringgit mencapai sekitar Rp4.500 per RM1 pada Mei 2026.
“Lonjakan lebih dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya. Dari 1.007 orang pada April 2026 menjadi 2.286 di Mei 2026, dari sisi kedatangan WNA Malaysia di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan,’’ jelas Donly Siahaan dikutip dari Kompas, Rabu (10/6).
Donly mengatakan kunjungan warga Malaysia ke Nunukan masih didominasi untuk menemui keluarga, berwisata, dan berbelanja. Selain faktor nilai tukar, tingginya mobilitas juga didorong hubungan sosial serta perdagangan tradisional yang telah lama terjalin antara masyarakat Nunukan dan Tawau.
Di sisi lain, penguatan Ringgit berdampak pada kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok asal Malaysia yang banyak dikonsumsi warga Nunukan.
Ketergantungan daerah tersebut terhadap pasokan sembako dari Malaysia membuat harga sejumlah komoditas ikut naik, seperti gula pasir dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per kilogram, minyak goreng dari Rp17.000 menjadi Rp21.000–Rp22.000 per liter, LPG 14 kilogram dari Rp230.000 menjadi Rp260.000 per tabung, serta beras medium 10 kilogram yang kini mencapai Rp130.000 per karung.
Pelemahan rupiah terhadap Ringgit ini telah berlangsung sejak awal 2026, saat kurs masih berada di kisaran Rp3.500 per RM1.
(Kompas)














