Media Utama Terpercaya

2 Juni 2026, 15:57
Search

Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Dewan Keamanan PBB Gelar Rapat Darurat

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Potret bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort Lebanon Selatan, 31 Mei 2026
Potret bendera Israel berkibar di atas Kastil Beaufort Lebanon Selatan, 31 Mei 2026. [Foto: AFP]

Lebanon, mu4.co.id – Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat pada Senin (1/6) menyusul kabar operasi militer Israel yang merebut Kastil Beaufort di Lebanon selatan. Pertemuan tersebut dilakukan setelah pasukan Israel memperluas operasi melawan Hizbullah hingga melintasi Sungai Litani Lebanon dan menguasai benteng bersejarah peninggalan era Perang Salib yang berada di lokasi strategis tersebut.

Menurut laporan AFP, suara tembakan artileri dan kepulan asap terlihat di sekitar kawasan kastil, sementara bendera Israel dilaporkan telah berkibar di atas Beaufort.

Baca Juga: Usai Ditangkap Israel, 9 Relawan GSF Asal Indonesia Pulang dengan Selamat ke Tanah Air

“Kami telah kembali bersatu, bertekad, dan lebih kuat dari sebelumnya. Sekarang arahan saya adalah untuk memperdalam dan memperluas kendali kita di tempat-tempat yang berada di bawah kendali Hizbullah. Perebutan Beaufort adalah tahap dramatis dan perubahan dramatis dalam kebijakan yang kita pimpin,” ujar PM Israel Netanyahu dalam sebuah video, dikutip dari CNN, Selasa (2/6).

Adapun rapat darurat Dewan Keamanan PBB dikabarkan digelar atas permintaan Prancis. Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyerukan penghentian eskalasi konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon selatan, dengan menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan peningkatan serangan tersebut.

Konflik di Lebanon sendiri semakin memanas sejak kelompok Hizbullah yang didukung Iran ikut terlibat dalam perang Israel-Iran pada awal Maret 2026. Sejak saat itu, serangan Israel ke wilayah Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.400 orang, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Baca Juga: Langgar Aturan, Warga Israel Lakukan Ritual Keagamaan Yahudi di Kompleks Masjid Al-Aqsa!

Di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat terus mendorong upaya diplomatik. Seorang pejabat senior AS menyebut Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah berkomunikasi dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun dan PM Israel Netanyahu.

“Amerika Serikat mengusulkan urutan yang jelas: Hizbullah harus menghentikan semua serangan terhadap Israel. Sebagai imbalannya, Israel akan menahan diri dari eskalasi di Beirut,” ucap Marco Rubio.

Israel sendiri sebelumnya pernah menguasai Beaufort selama pendudukan di Lebanon pada periode 1982–2000 sebelum akhirnya menarik pasukannya.

(CNN)

[post-views]
Selaras