Banjarmasin, mu4.co.id – Dunia akademik Indonesia tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan pemalsuan riset dalam ajang International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 yang berlangsung di Kopenhagen, Denmark, pada 17–21 Mei 2026.
Kasus ini menyeret nama sejumlah alumni perguruan tinggi di Indonesia, termasuk dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Dugaan tersebut pertama kali mencuat setelah diungkap oleh dosen Universitas Udayana, Ida Bagus Mandhara Brasika, melalui media sosial pada Selasa (26/5/2026).
Dalam unggahannya, ia mengungkap adanya dugaan pemalsuan identitas saat presentasi ilmiah di forum internasional tersebut. Salah seorang peserta disebut berganti identitas, termasuk nama, jilbab, hingga tanda pengenal saat mempresentasikan hasil penelitian.
Tak hanya itu, riset yang dipresentasikan juga diduga menggunakan data, gambar, dan materi ilmiah yang dimanipulasi dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).
Baca juga: Terpilih Lewat Seleksi Ketat, Mahasiswi Indonesia Sampaikan Pidato di Wisuda KAU Jeddah!
Kecurigaan semakin menguat setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam penelitian tersebut. Lokasi riset disebut berada di berbagai negara seperti Peru, Etiopia, Sudan Selatan, Guatemala, Lebanon, Bangladesh, Nepal, India, Kenya, hingga Malawi. Namun, seluruh tim peneliti diketahui berasal dari Indonesia tanpa melibatkan kolaborator lokal dari negara-negara tersebut.
Selain itu, penelitian tersebut juga disebut tidak mencantumkan dokumen persetujuan etik (ethical clearance) yang lazim menjadi syarat penelitian ilmiah.
Menanggapi kasus tersebut, pihak UNY dan ITB membenarkan bahwa nama yang disebut dalam pemberitaan merupakan alumni kampus mereka. Namun, kedua perguruan tinggi itu menegaskan masih menunggu klarifikasi dan hasil penelusuran lebih lanjut.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan pihaknya tengah mendalami kasus tersebut bersama berbagai pihak terkait.
Baca juga: Naik Kelas di Ranking Dunia, Prodi Biologi UGM Raih Peringkat 1 di Indonesia!
“Berdasarkan informasi awal yang kami peroleh, pihak-pihak yang disebut dalam kasus ini tidak terindikasi sebagai dosen atau peneliti aktif di perguruan tinggi Indonesia,” ujarny dilansir dari kompas, Ahad (31/5).
Di sisi lain, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mengonfirmasi bahwa salah satu nama yang disebut dalam kasus tersebut merupakan alumni penerima beasiswa LPDP yang telah menyelesaikan studi pada tahun 2022. LPDP saat ini juga melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar untuk menentukan langkah lanjutan.
Kasus yang viral di media sosial ini menjadi perhatian luas karena menyangkut integritas akademik Indonesia di forum internasional. Sejumlah pihak mendorong agar proses investigasi dilakukan secara transparan guna memastikan fakta yang sebenarnya serta menjaga kredibilitas dunia riset nasional.
(Kompas)






![International Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases [ISPPD] 2026](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260601-WA0005-300x169.jpg)








