Banjarbaru, mu4.co.id – Kepengurusan baru Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Selatan akhirnya resmi dilantik setelah sempat mengalami penundaan selama beberapa bulan.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Jumat (8/5/2026).
Dalam sambutannya, Muhidin menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang berhak menerima.
Ia meminta pengurus baru mampu menghadirkan sistem distribusi yang lebih transparan, akuntabel, serta berbasis data yang valid untuk menghindari kesalahan penyaluran bantuan.
Baca juga: Pemprov Kalsel Lantik Ratusan Pejabat, Muhidin Terapkan Evaluasi Kinerja Tiap Enam Bulan!
Menurutnya, BAZNAS Kalsel diharapkan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi umat dan membantu mengurangi angka kemiskinan di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Muhidin juga berharap pengurus yang baru dilantik segera menjalankan program strategis tanpa menunda waktu, mengingat proses pelantikan sebelumnya sempat tertunda selama dua hingga tiga bulan.
“Pelantikan BAZNAS ini sempat tertunda selama 2-3 bulan. Kini, setelah resmi dilantik, kita berharap pengurus dapat langsung tancap gas menjalankan program-program strategisnya,” ujarnya dilansir dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, Ahad (10/5).
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kalsel, Ilham, menegaskan pihaknya akan memperkuat pengawasan dalam pendistribusian zakat agar seluruh bantuan tepat sasaran sesuai ketentuan syariat.
Baca juga: BMKG Prediksi Hujan dan Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Kalsel!
Ia mengatakan penyaluran dana zakat harus benar-benar diberikan kepada mustahik yang masuk dalam kategori penerima sesuai delapan asnaf.
Pada tahun 2026, BAZNAS Kalsel menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp75 miliar. Hingga saat ini, realisasi pengumpulan disebut telah mencapai sekitar 39 persen.
“Kami akan kejar target itu dalam beberapa bulan ini, paling tidak 80 sampai 90 persen terpenuhi dari target pusat sebesar 75 miliar rupiah,” pungkas Ilham.
Meski sempat terkendala masa transisi kepengurusan, pihaknya optimistis target tersebut dapat dikejar dalam beberapa bulan mendatang.
(Media Center Provinsi Kalimantan Selatan)












